
PEKANBARU – Jajaran kepolisian terus berupaya membongkar identitas mayat laki-laki yang ditemukan dalam kondisi kaku di kawasan Gereja HKBP Libo Waduk KM 15, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Kamis (21/5/2026). Penyelidikan mendalam yang melibatkan tim identifikasi tingkat daerah hingga saat ini masih menghadapi jalan buntu akibat belum adanya kecocokan data biometrik.
Langkah investigasi awal langsung dipimpin oleh Kapolsek Kandis, Herman Pelani bersama Kanit Reskrim, Putra Amor dan Kanit Intelkam, Stedy Akhda di lokasi kejadian. Setelah olah tempat kejadian perkara tuntas, Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Riau serta Bid Dokkes Polda Riau mengambil alih proses pelacakan identitas, Jumat (22/5/2026).
Proses pelacakan menggunakan teknologi sidik jari berupa Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS) dan Inafis Portable System (IPS). Petugas juga mengambil rekam sidik jari manual pada kartu AK-23, namun hasilnya masih dikategorikan non-identik atau tidak terdaftar dalam pangkalan data kependudukan nasional.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera menghubungi Polsek Kandis atau RS Bhayangkara Polda Riau," terang Kapolres Siak, Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kapolsek Kandis, Herman Pelani, Sabtu (23/5/2026).
Dari aspek medis, Tim Puskesmas Kandis di bawah arahan dr Noprah telah menyelesaikan visum luar terhadap tubuh korban di hari penemuan. Hasil pemeriksaan memastikan pria tersebut meninggal bukan karena tindakan kejahatan, mengingat tidak ditemukan luka atau memar akibat kekerasan.
Sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, jenazah pria bertato dengan barang bawaan tas berisi pakaian dan kemeja bertuliskan "Agus Lelo" itu dititipkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Kepolisian dibantu Dinas Sosial setempat terus berupaya menyebarkan informasi demi memberikan kepastian bagi pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. ***