
PEKANBARU - Sekitar dua ribu massa Islam menggelar aksi damai terkait dugaan penistaan Alquran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di depan Mapolda Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, 4 November 2016 besok, usai Salat Jumat.
Sebagai langkah pengamanan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru pun menyiagakan sekitar 772 orang personil, yang nantinya akan diplotting (ditempatkan, red) disejumlah titik vital, ditambah pula dengan bantuan ratusan personil dari Brimobda Polda Riau.
Baca Juga: 2 Ribu Umat Islam Bakal Gelar Aksi di Mapolda Riau 4 November Nanti
Dari total 772 personil ini, empat Kompi yang terdiri dari Satuan Dalmas (pengendalian Massa,red) bakal disebar dibeberapa lokasi, diantaranya di Masjid Agung Annur sebanyak satu kompi, dan satu kompi lainnya di rumah dinas Gubernur Riau.
Sedangkan dua kompi Dalmas lainnya disiagakan di Mapolda Riau (satu kompi) serta satu kompi lagi di Kantor Gubernur Riau. Sementara untuk mengatur arus lalu lintas, Polresta Pekanbaru juga menurunkan sekitar 45 orang polisi lalu lintas, yang juga dibantu oleh Polda Riau.
"Ini rute aksi masih belum valid, yang jelas titik awal di Masjid Agung Annur, lalu longmarch ke Polda Riau. Bisa via Jalan Hangtuah menuju Jenderal Sudirman atau lewat Jalan Diponegoro, Gajahmada hingga ke Sudirman," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Toni Hermawan, Kamis (3/11/2016) pagi.
Yang jelas pihaknya, kata Toni kepada GoRiau.com (GoNews Group), sudah mempersiapkan antisipasi, terutama soal arus lalu lintas, agar pengendara tidak terganggu aktivitasnya. Bisa saja nanti diberlakukan pengalihan arus sementara waktu, hingga aksi damai selesai. ***