SELATPANJANG - Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti dan 3 sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) meminta jaminan daya selama pelaksanaan UN. Sementara, pihak PLN meminta agar sekolah yang melaksanakan UNBK menyiapkan genset.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikbud Kepulauan Meranti Suandi, mereka telah menyurati PLN Rayon Selatpanjang untuk diprioritaskan jalur sekolah yang melaksanakan UN berbasis Komputer ini. Mereka berharap ada kerjasama yang antara Disdikbud Meranti dengan PLN dalam hal mensukseskan UNBK.

"Untuk prioritas daya ke sekolah-sekolah yang melaksanakan UNBK, kita telah surati PLN. Termasuk jaringan Telkomsel," kata Suandi.

Meski demikian, dari pantauan Disdikbud, tambah Suandi lagi, pihak sekolah yang melaksanakan UNBK juga memiliki genset sendiri. Ditambah dengan tersedianya UPS.

"Tapikan UPS itu untuk daya sementara. Mesin cadangan tetap ada," tambah Suandi.

Di tempat terpisah, Kepala PLN Rayon Selatpanjang Asmardi mengatakan antisipasi telah mereka lakukan sejak Kamis (31/3/2016) lalu. Dengan cara mendatangi setiap sekolah yang melaksanakan UNBK guna mengecek kesiapan genset.

"Kita sarankan sekolah yangmelaksanakan UNBK memiliki genset untuk membackup PLN," ujar Asmardi.

PLN juga menyiapkan petugas piket untuk membantu andai memang terjadi pemadaman. Namun, pekerjaan yang sifatnya teknis akan mereka tunda mengingat UN ini lebih penting.

"Sesuai intruksi dari atasan, selama UN ini kalau pun ada sifatnya teknis seperti pekerjaan, kita tunda dulu," tambah Asmardi lagi.

Di Kepulauan Meranti, hanya ada 3 sekolah yang melaksanakan UNBK yaitu SMK Negeri 1 Tebingtinggi, SMK Kasih Maitreya, dan SMK Patria Dharma. ***