BENGKALIS, GORIAU.COM - Kehadiran pabrik kelapa sawit PT Sawit Putra Riau di Desa Lubuk Garam, Kecamatan Siakkecil diharapkan mampu memberikan multiplayer effect bagi pertumbuhan ekonomi di Bengkalis. Dan khusus di Siak Kecil, kehadirannya juga harus selaras dengan komitmen Pemkab Bengkalis yang termaktub dalam grand strategi pembangunan empat kawasan, yakni menjadikan Kecamatan Siak Kecil dan Bukit Batu sebagai kawasan pusat industri, pelabuhan dan agroindustri.

Demikian disampaikan Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh ketika meresmikan peletakan batu pertama pembangunan pabrik kelapa sawit PT Sawit Putra Riau di Desa Lubuk Garam, Kecamatan Siakkecil, Kamis (14/2/2013).

Pada kesempatan itu, Bupati berharap kehadiran PKS ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di daerah sekitarnya. “Saya berharap keberadaan pabrik ini akan memberikan multiplayer effect bagi pertumbuhan ekonomi. Diantaranya akan tercipta kesempatan kerja bagi masyarakat tempatan,” ujar Bupati.

Dengan tumbuhnya investasi baru, tentunya akan memberikan kesempatan atau peluang usaha lainnya. Masyarakat bisa membuka kios makanan dan minuman, jasa transportasi, industri rumah tangga dan jasa perbankan. Dengan begitu pendapatan dan tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Di sisi lain pola konsumsi dan pendidikan masyarakat akan meningkat pula.

Jika PKS PT SPR sudah beroperasi juga akan meningkatkan daya tawar harga jual tandan buah segar (TBS), bagi petani sawit. Selama ini petani selalu berada pada posisi daya tawar lemah karena faktor jarak tempuh. Tapi dengan telah dibangunnya PKS ini diharapkan ongkos transportasi menjadi lebih ringan.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak perusahaan yang bersedia berinvestasi membangun PKS di Desa Lubuk Garam. Mudah-mudahan, momentum ini menjadi titik awal untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani sawit di kecamatan Siak Kecil dan sekitarnya,” harap Bupati.

Disamping ada multiplayer effect bagi pertumbuhan ekonomi, kehadiran PKS ini nantinya diharapkan selaras dengan komitmen Pemkab Bengkalis yang termaktub dalam grand strategi pembangunan empat kawasan, yakni menjadikan Kecamatan Siak Kecil dan Bukit Batu sebagai kawasan pusat industri, pelabuhan dan agroindustri.

“Tujuan RPJMD Kabupaten Bengkalis 2010-2015 berupaya melakukan pemerataan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bengkalis. Pada kesempatan yang berbahagia ini pula saya minta kepada perusahaan agar menjalin kemitraan yang harmonis dengan para petani sawit. Misalnya melakukan pembinaan kepada petani, dari mulai pembibitan, pemupukan maupun pemanfaatan teknologi, sehingga diperoleh produktivitas sawit yang memuaskan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Bupati juga menginginkan agar perusahaan yang melakukan investasi di Bengkalis tetap sehat dan memiliki manajemen yang baik serta berkualitas. Jika perusahaan sehat maka seluruh karyawan atau masyarakat petani ikut sehat pula. Sebaliknya pula jika perusahaan sakit maka karyawan dan masyarakat petaninya akan ikutan sakit pula. Perusahaan juga harus tanggap dengan lingkungan melalui program corporate social responsibility (CSR). CSR merupakan salah satu instrumen inovatif yang dapat membantu perusahaan untuk peka dan adaptif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Acara peletakan batu pertama dihadiri Camat Siakkecil Syafrudin, Kapolsek Siakkecil Selamat Suryadi, anggota DPRD Bengkalis Dapil Siakkecil Anom Suroto, sejumlah kepada dinas, badan dan bagian di lingkup Pemkab Bengkalis. (jkf)