
JAKARTA – Pengprov Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Riau menggagas event sport tourism pertama di Provinsi Riau. Event ini dinamakan Tour De Muara Takus yang akan digelar pada 12 November mendatang.
Ketua Pengprov ISSI Riau Syahrial Basri mengatakan, event ini sudah direncanakan oleh ISSI sejak 4 tahun lalu dengan tujuan mengangkat kebudayaan dan kepariwisataan yang ada di Provinsi Riau, sebagai cyclist (pesepeda) yang aktif dirinya pernah ikut tour de Borobudur melakukan reading sepanjang 200 kilometer sebanyak dua etape dengan rute Semarang menuju Solo dan berakhir Magelang,
"Dari situ saya belajar efek dari sport tourism, saat itu belum dilanda covid, jumlah pesertanya sekitar 1500 peserta, saya melihat bagaimana giat ekonomi di kota tersebut meningkat dengan adanya event tersebut," ujarnya, Ahad (10/10/22).
Namun lanjut Syahrial, event tersebut baru bisa terwujud pada tahun 2022 ini karena Covid 19 telah melandai.
"Pengurus ISSI Riau sebelum saya tepatnya 4 tahun lalu sudah merencanakan event ini, namun karena terbentur dengan pandemi Covid 19, terpaksa diundur, insya Allah tahun ini tepatnya 12 November bisa dilaksanakan," jelasnya.
Dikatakan Wakil Ketua DPRD Bengkalis ini, ISSI Riau berupaya kegiatan ini tidak menyedot APBD yang besar atau tidak ada anggaran khusus untuk kegiatan tersebut yang bersumber dari APBD.
''Kita hanya minta suport pemerintah baik dari Pemprov Riau, Pemko Pekanbaru dan Pemkab Kampar, seperti ada tamu, kita minta bantuan bus, kemudian ada unit-unit lain yang bisa diberdayakan,'' ujarnya.
Alhamdulillah terang Syahrial, Pemprov Riau, Pemkab Kampar dan Pemko Pekanbaru menyambut baik dan mendukung acara ini, apalagi Kapolda Riau yang merupakan pembina ISSI Riau tempat pertama kali ISSI menyampaikan rencana kegiatan ini, ISSI meminta izin agar kegiatan ini bisa dijadikan event tahunan yang juga merupakan instruksi dari Ketum PB ISSI
"Alhamdulillah Polda Riau memberikan dukungan yang positif, makanya kami difasilitasi dibantu dalam hal-hal yang bersifat teknis seperti dalam hal pengamanan kegiatan event Tour De Muara Takus," jelasnya.
Untuk membiayai kegiatan tersebut kata Syarial, pihaknya berusaha untuk otonom, seperti 150 peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut melakukan registrasi berbayar. Dalam kegiatan ini nantinya ada peserta yang hanya sekedar menyalurkan hobi, kemudian ada peserta untuk race (lomba).
"Untuk peserta hobi, mereka tidak ada niat berlomba, tapi cukup sampai finish, panitia nantinya juga akan memberikan doorprize dengan hadiah-hadiah yang menarik dari sponsor, seperti Polygon menyiapkan hadiah sepeda dan juga ada dari sponsor lainnya," ujarnya.
Panitia lanjutnya lagi, juga menyediakan paket race, yakni ketika 100 kilometer selesai, tinggal di 25 Kilometer terakhir, peserta yang ikut race akan dibagi beberapa kategori, men elit, master a, master b, master c.
"Kelas ini tergantung umur, karena pesepeda ini dihitung kemampuan dari kategori umur, misalnya master C, 50 keatas, master B 41-50, Master A, 31-40 dan 19 ke atas men elite," ucapnya.
Namun, masih kata Syahrial, pihaknya mendapat kontak dari club-club profesional dan pro meminta Tour de Muara Takus membuka men open supaya atlit-atlit profesional ikut terlibat, namun pihaknya akan melakukan kajian terhadap permintaan tersebut, apalagi Sekdaprov Riau SF Hariyanto meminta peserta lebih dari 150 orang,
''Aspirasi ini masih kita kaji dan segera kita putuskan mungkin dalam minggu ini, karena menyiapkan semua itu tak semudah yang dibayangkan. Jika ini kita buka atlet-atlet nasional bisa ikut main dan pastinya jumlah bisa bertambah," katanya.
"Alhamdulillah yang sudah memberikan kepastian ikut yaitu dari Bali, Banten, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Lampung, Aceh, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Malaysia,” tutupnya. (kl2)