PEKANBARU - Mantan Calon Wakil Bupati Bengkalis, Samsu Dalimunthe, terlihat hadir dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Golkar Bengkalis beberapa hari yang lalu. Kehadiran Samsu Dalimunthe tentunya cukup menarik mengingat dia pernah menjadi Anggota DPRD dari partai lain.

Sebagai informasi, pria yang akrab disapa Samda ini sudah pernah dua kali menjadi Anggota DPRD Bengkalis. Di periode pertamanya yakni 2014-2019, Samda di-PAW karena mendukung Syamsuar-Edy Natar di Pilgubri 2018.

Kemudian di periode 2019-2024, Samda kembali menjadi Anggota DPRD Bengkalis dari partai berbeda, namun dia memilih mundur karena ingin maju di Pilkada Bengkalis bersama Ketua DPRD Riau yang juga Sekretaris DPD Golkar Riau, Indra Gunawan Eet.

Kepada GoRiau.com, Samda menjelaskan alasan kenapa dia akhirnya memilih kembali ke Partai Golkar. Alasan yang paling kuat menurutnya adalah pesan dari orang tuanya semasa hidup dahulu.

"Darah keluarga saya kuning, orang tua saya dulu pegawai (PNS), mereka Golkar. Kami anak-anaknya ini selalu diberi pesan, bagi yang ingin berpolitik harus dibawah 'pohon beringin', itu terus yang disampaikan orang tua kami sampai akhir hayatnya," kata Samda, Senin (27/9/2021).

Meski sempat diberhentikan partai dari jabatan Anggota DPRD, Samda mengaku hatinya tetap ada di Golkar. Dia juga tidak pernah dendam kepada partai pasca pemberhentian dirinya sebagai Anggota DPRD.

Buktinya, dirinya bersedia mendampingi Indra Gunawan Eet di Pilkada Bengkalis. Padahal, kala itu Indra Gunawan Eet menjabat Ketua DPD Golkar Bengkalis yang memberikan sanksi PAW kepada dia.

"Secara konstitusi saya memang terbukti melawan partai, makanya saya di-PAW, tapi itu kan hak individu saja. Kemudian kita coba pindah, tapi ternyata nyamannya di Golkar. Dan perlu saya sampaikan, saya ini tidak pernah dipecat dari kader Partai Golkar," ujarnya.

Dengan kembalinya dia ke Golkar, Samda mengaku siap menghantarkan Golkar sebagai pemenang di Bengkalis, bukan lagi sebagai runner-up.

"Saya tidak mau mengdiskreditkan partai-partai lain, jadi saya tidak mengomentari partai-partai di luar Golkar, intinya saya siap membawa Golkar menang di Bengkalis," tegasnya.

Selain alasan latarbelakang keluarga, Samda menyatakan sosok Ketua Umum, Airlangga Hartarto, juga menjadi alasan tersendiri bagi dia untuk kembali ke partai yang identik dengan warna kuning ini.

Sebab, di masa pandemi seperti ini, ekonomi masyarakat di pelosok-pelosok tetap meningkat. Peningkatan ekonomi tak terlepas dari kebijakan Airlangga sebagai Menteri Koordinator Perekonomian yang mampu menaikkan harga jual komoditas perkebunan sawit.

"Terasa kan bagaimana naiknya harga sawit, saya yang tinggal di pelosok-pelosok ini sangat merasakan. Beliau (Airlangga) juga Koordinator penanganan Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali, dan terbukti kan hari ini kasus Covid-19 insya Allah sudah mulai terkendali," imbuhnya.

Makanya, sebagai kader Golkar, Samda mengaku siap mengkampanyekan Airlangga sebagai Calon Presiden 2024 sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di akhir tahun 2019 lalu.

Kembalinya Samda ke Golkar juga dibenarkan oleh Ketua DPD Golkar Bengkalis, Syahrial. Dikatakannya, sejak pencalonan Pilkada Bengkalis 2020 lalu, Samda sudah kembali aktif di partai berlogo beringin ini.

"Iya benar, sekarang beliau jadi Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Bengkalis," katanya. ***