SEATTLE -- Perusahaan raksasa Amazon.com Inc akhirnya mengakui ada pegawainya yang terpaksa kencing di botol saat bekerja.

Dikutip dari Inews.id, perusahaan e-commerce asal AS ini sempat membantah isu yang sudah mengemuka sejak beberapa tahun lalu itu.

''Kami tahu bahwa pengemudi kadang kesulitan menemukan toilet karena macet atau tengah di jalan pedesaan, dan ini terutama terjadi selama Covid-19 saat banyak toilet umum ditutup,'' kata Juru Bicara Amazon melalui blog resmi dikutip dari NBC, Ahad (4/4/2021).

Pernyataan tersebut merespons kritik anggota Kongres dari Partai Demokrat AS, Mark Pocan, terhadap kondisi kerja di Amazon yang disebutnya anti serikat pekerja dan memaksa pegawai kencing di botol saat bekerja.

Sekitar sepuluh hari yang lalu, Amazon melalui akun Twitter @amazonnews menepis isu adanya pegawai yang kencing di botol saat merespons tweet Pocan.

''Anda tidak percaya dengan isu kencing di botol, kan? Jika itu benar, tidak ada orang yang mau bekerja dengan kami. Faktanya, kami memiliki lebih dari satu juta pegawai di seluruh dunia yang bangga dengan apa yang mereka lakukan, serta memiliki upah dan jaminan kesehatan sejak hari pertama bekerja,'' katanya.

Perusahaan kemudian meralat tweet tersebut. ''Itu blunder, kami benar-benar tak senang dengan (pernyataan itu) dan menyampaikan permohonan maaf kepada anggota Kongres Pocan,'' ujarnya.

Menurut Amazon, isu pegawai yang terpaksa kencing di botol bukan hanya masalah Amazon, melainkan juga terjadi dalam skala industri.

''Ini bukan tentang saya, ini tentang pegawai Anda, yang Anda perlakukan dengan tidak cukup rasa hormat dan harga diri. Mulailah dengan mengakui kondisi kerja yang tak memadai yang telah Anda buat untuk semua pegawai Anda, kemudian perbaiki dan biarkan mereka berserikat tanpa gangguan,'' kata Pocan.***