PEKANBARU, GORIAU.COM - Perusahaan Energi Minyak dan Gas (Migas) asal Malaysia, Reach Energy ternyata menaruh keinginan untuk 'menggarap' ladang minyak di Provinsi Riau. Mereka telah mengirim perwakilan untuk melobi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk menjajaki kerjasama, Jumat (3/10/21014) kemarin.
Rombongan yang dipimpin Specialist Director Project Reach Energy, Datok Mohammad Zaini Razali telah bertemu dengan Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman di Kantor Gubernur Riau.
Salah satu fokus penjajahan Reach Energy adalah pengelolaan Blok Siak dan Blok Kampar. "Kita datang untuk mencoba menjalin kerjasama dengan Pemprov Riau dalam tiga bidang. Diantaranya minyak dan gas, kelapa sawit dan highway (jalan bebas hambatan," kata Datok Mohammad Zaini Razali.
Namun sudah bisa dipastikan bahwa dari kedua blok tersebut, Reach Energy tidak akan bisa campur tangan dalam pengelolaan Blok Siak. Dikarenakan sejauh ini kontrak pengelolaan sudah diambil oleh PT Pertamina.
Ditambah lagi Pemprov Riau tengah berupaya bagaimana ikut mengelola dan menjadi bagian dalam pengelolaan ladang minyak terbesar Riau tersebut. Dimana Pemprov Riau juga telah menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)-nya, yakni PT Petroleum untuk mengambil kerjasama tersebut.
Wakil Gubernur Riau melalui Juru Bicara Pemprov Riau, Yoserizal Zen, menegaskan, sejauh ini baru pembicaraan saja, belum ada keputusan yang didapat untuk kerjasama tersebut.
"Pak Wakil Gubernur Riau menerima dengan baik usulan kerjasama ini, namun tentu belum ada keputusan. Target mereka memang Blok Siak dan Kampar," tegas Yoserizal.
Lantas bagaimana dengan Blok Kampar? Masih ada peluang bagi Reach Energy untuk menjajakinya. Meski terbilang kecil, namun Pemprov Riau juga telah melayangkan surat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengambil alihnya.
Dimana sudah diputuskan bahwa Blok Kampar akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan Pelalawan. Sejauh ini prosesnya tinggal mempertajam operasional secara teknik dan penunjukan BUMD yang akan mengelolanya.
Terakhir, Blok Kampar dikelola oleh PT Medco, namun berakhirnya kontrak pada Mei 2014 lalu, membuat masyarakat sekitar ladang ingin sumber minyak daerah tersebut agar dikelola sendiri. Pemprov Riau mengakomodir keinginan masyarakat tersebut.
Namun untuk sementara, Blok Kampar masih dipercayakan kepada PT Medco dengan perpanjangan kontrak hingga Desember 2014 mendatang. Selanjutnya, baru akan dikelola oleh Pemkab Indragiri Hulu dan Pelalawan.***