
PANGKALAN KERINCI – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Pelalawan meminta kepada perusahaan perkebunan maupun hutan tanaman industri (HTI), untuk melengkapi dan menyiapkan alat pemadam kebakaran.
Tak hanya itu, DPRD juga meminta semua perusahaan memantau wilayahnya agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pelalawan, Carles, S.Sos, Kamis (7/7/2022). Menurut politisi PDIP itu, saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau sehingga kebakaran lahan rentan terjadi.
"Kami berharap semua pihak harus melakukan antisipasi, termasuk perusahaan," terang dia.
Carles menyatakan, Komisi III DPRD Pelalawan memberikan perhatian terhadap kesiapan perusahaan dalam upaya penanggulangan dan penanganan karhutla.
"Kita meminta kepada semua perusahaan agar waspada dan menyiapkan alat pemadam kebakaran, baik itu perusahaan perkebunan ataupun perusahaan HTI. Setidaknya jika terjadi kebakaran di wilayah perusahaan bisa segera diantisipasi," ujarnya.
Tak hanya itu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan untuk memastikan kesiapsiagaan perusahaan.
"Kita akan pantau ini, sejauh mana keseriusan perusahaan dalam upaya penanggulangan karhutla. Terutama di wilayah operasionalnya, dengan kesiapan kelengkapan alat pemadam kebakaran," jelasnya.
Diungkapkan Carles, karhutla mulai muncul di Kabupaten Pelalawan. Karhutla terjadi di areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), pada Sabtu (2/7/2022) lalu.
Api membakar kawasan hutan dan semak belukar yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui.
Karhutla yang terpantau sejak Sabtu pagi itu, langsung dilakukan upaya pemadaman oleh tim gabungan, baik provinsi maupaun kabupaten. "Sehingga api berhasil dipadamkan," tandasnya, kepada GoRiau.com.***