DURI - Polres Bengkalis mengantisipasi berbagai kerawanan gangguan kamtibmas selama Bulan Ramadan. Balap liar yang kerap dilakukan kelompok pemuda menjelang sahur adalah satu target yang harus diantisipasi.

Dalam hal itu, Satlantas Polres Bengkalis tak kehabisan akal untuk menangkap pemuda-pemuda yang melakukan aksi balap liar, khususnya di wilayah Kecamatan Mandau.

Selain patroli, para polisi lalu lintas ini juga melakukan penyamaran diri dengan menjadi warga biasa serta anggota Buser untuk menangkap pelaku balap liar ini. Dan upaya tersebut membuahkan hasil.

Warga Duri, khususnya para orangtua menyambut baik upaya yang dilakukan personil Satlantas Polres Bengkalis ini. Karena sebagai orangtua dari pelaku balap liar ini, mereka juga sudah bosan mengingatkan anak-anaknya.

"Tidak ada efek jera kalau kami yang mengingatkan. Padahal sudah banyak contoh korban seperti yang meninggal dunia dan cacat seumur hidup. Tapi masih saja anak-anak ini melakukan balap liar. Mungkin kalau sudah ditindak polisi, mereka baru sadar," tutur Junaidi, warga Air Jamban ini kepada GoRiau.com, Kamis (15/6/2017).

Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Rachmad C Yusuf saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dikatakannya balap liar dan trek-trekan yang sudah menjadi tradisi bagi kelompok pemuda ini harus diminimalisir, karena menimbulkan keresahan warga.

"Selain itu juga rawan menimbulkan kecelakaan. Penyamaran ini perlu kami lakukan untuk menjaring anak-anak yang masih suka balapan liar ini. Kalau tidak begitu susah mengamankan mereka, begitu lihat mobil patroli atau seragam Polantas, mereka sudah kabur," kata AKP Rachmad C Yusuf.

Pelaku balap liar ini, lanjut Kasat, sudah diberikan pemahaman oleh anggota di lapangan. Sementara sepeda motornya tetap wajib ditilang. "Semoga ini menjadi pelajaran juga bagi yang lain, agar tidak melakukan bali," tutupnya. ***