
PANGKALAN KERINCI – Pertikaian yang berlarut-larut berujung pada hilangnya nyawa. Ifan Priyadi, seorang tukang gigi, tewas usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di Jalan BTN Lama, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (8/9/2026) sore.
Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton membenarkan adanya insiden berdarah tersebut. Ia menyebutkan, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Selasih untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Penanganan perkara ini kini telah diserahkan sepenuhnya kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan.
"Korban meninggal dunia IP dibawa ke RS Selasih. Kasusnya ditangani Satreskrim Polres Pelalawan," terang Shilton, Rabu (9/9/2026).
Kepala Satreskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi memaparkan, peristiwa dugaan kekerasan fisik secara bersama-sama itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Begitu menerima informasi mengenai keributan warga yang menelan korban jiwa, tim kepolisian langsung bergegas turun ke lokasi kejadian.
"Benar, telah terjadi pengeroyokan di Jalan BTN yang mengakibatkan matinya orang lain. Korban dikeroyok oleh empat orang," jelas Bayu.
Motif Sakit Hati
Setibanya di tempat kejadian perkara, polisi bergerak cepat mengamankan empat pria yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Keempat terduga pelaku yang berstatus warga kawasan BTN Lama dan Jalan Pemda itu masing-masing berinisial SY (22), JA (52), MES (21), dan MS (23).
Mengenai pemicu insiden mematikan ini, hasil penyidikan sementara mengarah pada dendam masa lalu. Cekcok di lokasi kejadian memanas karena perseteruan yang tak kunjung usai antara korban dan para terduga pelaku.
"Korban tukang gigi. Motif sakit hati karena perselisihan yang berlarut-larut," ungkap Bayu.
Saat ini, keempat terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Pelalawan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus dan memeriksa keterangan para pihak terkait untuk mengungkap secara rinci kronologi kejadian.
"Keempat terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Pelalawan. Penyidik juga masih mendalami peran masing-masing dalam peristiwa tersebut," pungkasnya. ***