
PEKANBARU, GORIAU.COM - Jalur Lintas Utara Riau yang menghubungkan Pekanbaru-Minas-Duri-Rohil dan Dumai serta provinsi tetangga Sumatera Utara, banyak terdapat kerusakan jalan berupa lubang dan tonjolan aspal. Bahkan memasuki kawasan Pinggir kabupaten Bengkalis, terdapat aktivitas pembetonan jalan. Ini tentunya dapat menghambat aktifitas mudik lebaran nanti.
Akibat aktivitas pembetonan jalan tersebut, sejumlah kendaraan terpaksa mengantri, lantaran adanya buka tutup jalan. Sejumlah truk besar dan kendaraan pribadi mengular hingga tujuh kilometer. "Ini sudah satu bulan terjadi. Bisa tujuh kilometer antrian kendaraannya, karena buka tutup jalan," jawab Budi (35), saat diwawancarai GoRiau.com, Rabu (17/6/2015) siang.
Untuk mengantisipasi agar hal tersebut tidak jadi pengahalang aktivitas mudik lebaran nanti, Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Riau, AKBP Guritno langsung turun ke lokasi guna memastikan hal tersebut, dengan didampingi Kepala cabang Jasaraharja Riau, Kun Wahyu Wardana.
"Kita sudah koordinasi dengan pihak terkait supaya aktivitas perbaikan jalan bisa dituntaskan secepatnya. Paling tidak dirapikan, misalnya tonjolan besi beton yang keluar, itu tentunya bisa membahayakan pengguna jalan, apalagi disaat malam hari," terang Dir Lantas kepada GoRiau.com
Jalur Lintas Utara ini, sambungnya, adalah rute penting yang menghubungkan Riau dengan beberapa kabupaten serta provinsi tetangga seperti Sumatera Utara. Ditambah lagi, jalur ini sebagai lintas mobil pengangkut barang. "Ini akan menjadi atensi kita agar dapat dicarikan jalan keluar dengan segera," urainya.
Pantauan GoRiau.com, titik terparah kemacetan akibat perbaikan jalan ini terdapat di Desa Tengganau Kecamatan Pinggir kabupaten Bengkalis. Tak hanya itu, kondisi jalan juga berdebu. "Makanya kita tinjau langsung untuk mencari titik permasalahannya sehingga bisa dicarikan jalan keluar," tutupnya. (had)