PEKANBARU - Dua ekor harimau sumatera yang diberi nama Bonita dan Atan Bintang, tidak terpantau lagi pergerakannya.

Dikutip dari detik.com, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menduga, kalung GPS Collar yang dipasangkan pada leher kedua hewan dilindungi itu sudah terlepas.

''Sebelum dilepasliarkan keduanya dipasangkan GPS Collar. Ini untuk memantau pergerakannya. Namun, kita perkirakan GPS yang terpasang sudah lepas,'' kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Senin (9/12/2019).

Haryono menjelaskan, kalung GPS pada leher Bonita lebih awal terlepas dibanding milik Atan. Menurutnya, tiga hari setelah dilepas ke hutan, Bonita sudah tak terpantau lagi.

''Tiga hari setelah Bonita dilepasliarkan tidak bisa terpantau lagi. Tidak terlihat lagi pergerakannya yang kita pantau lewat GPS itu. Kuat dugaan kalung GPS Bonita sudah terlepas,'' kata Haryono.

Dia menyebut Bonita sempat terpantau sangat agresif saat kalung GPS-nya masih terpasang. Haryono mengatakan, Bonita terus bergerak beberapa kilometer dari lokasi awal dilepas.

''Waktu GPSnya belum terlepas, pergerakan Bonita terpantau sangar agresif sekali. Dia terus bergerak hingga beberapa kilomoter dari lokasi awal dilepaskan,'' kata Haryono.

Sementara itu, harimau Atan terakhir kali terpantau lewat GPS-nya hingga akhir September 2019. Menurutnya, GPS yang terpasang harusnya mampu bertahan selama sembilan bulan.

''GPS Collar yang dipasang di Atan juga lepas. Namun Atan masih sempat terpantau selama 3 bulan pasca-dilepasliarkan. Padahal, GPS yang kita pasang baterainya semestinya mampu untuk sembilan bulan. Tapi belum waktunya, kalung GPS sudah lepas dari kedua harimau itu,'' kata Haryono.

Kedua satwa itu sempat dievakuasi dan dirawat sebelum akhirnya dilepasliarkan dalam sebuah prosesi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) di Sumatera Barat, Senin (29/7/2019).

Harimau Bonita dievakuasi dari habitatnya di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil pada April 2018 lalu. Harimau betina yang diberi nama Bonita ini sempat ramai dibicarakan dunia internasional karena membunuh 2 warga Riau bernama Jumiati dan Yusri.

Sementara, harimau sumatera jantan bernama Atan Bintang juga dievakuasi pada November 2018. Atan terjebak di bawah rumah toko di Pasar Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung.***