PEKANBARU, GORIAU.COM - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Madani Pekanbaru bersama kepala sekolah, dan guru melakukan kunjungan ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau), Jumat (30/5/2015).

"Kami sengaja membawa siswa kami berkunjung ke LAM Riau agar mereka mendapatkan ilmu dan wawasan mengenai adat dan budaya Melayu," kata Kepala Sekolah SMP IT Madani Pekanbaru Dewi Pandji saat menyampaikan maksud kunjungan ke  LAM Riau.

Dewi yang juga didampingi salah seorang guru SMP IT Madani Hendra Gunawan berharap LAM Riau berkenan untuk membantu kegiatan yang berkaitan dengan adat dan budaya Melayu yang diadakan SMP IT Madani. "Kepada siswa baru kami wajib berkunjung ke LAM Riau agar mereka mendapatkan pengetahuan mengenai adat dan budaya Melayu," kata Dewi.

Pada kesempatan tersebut Dewi juga memaparkan rencana sekolah yang berada bawah Yayasan Swadaya Ummah ini untuk menyelenggarakan Madani Expo pada 16-18 Juli 2014. "Pada Madani Expo itu, kami akan menampilkan makanan dan permainan Melayu Riau," kata Dewi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Al Azhar mengatakan LAM Riau siap berpartisipasi di Madani Expo yang akan dilaksanakan SMP IT Madani Pekanbaru. "Insya Allah kami bisa terlibat, ada pengurus LAM Riau yang cukup tahu dengan permainan adat Melayu," ujarnya.

Selain itu, LAM Riau juga siap memberikan pembekalan adat dan budaya Melayu kepada siswa SMP IT Madani baik yang diadakan di LAM Riau maupun di sekolah. "Susun saja jadwal waktunya," kata Al Azhar.

Al Azhar mengatakan Riau memiliki budaya yang tinggi dan bermutu, namun sayangnya masih kurang orang yang menyimak dan menghargainya. "Kami di LAM Riau berupaya bagaimana budaya yang baik dari nenek moyang kita ini tetap lestari dan dapat diketahui oleh generasi penerus," kata Al Azhar.

Menurut Al Azhar kebudayaan Melayu yang bersebati dengan nilai-nilai Islam perlu dihayati dan diberi tempat yang lapang dalam hati serta dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Berapa banyak orang sudah khatam membaca Al Quran namun berapa banyak pula orang yang sudah menjalankannya," kata Al Azhar.Al Azhar mengatakan LAM Riau memiliki misi pelestarian agar nilai-nilai adat dan budaya Melayu Riau yang islami itu tetap lestari.

Dia menambahkan masyarakat di negara jiran seperti Malaysia dan Singapura kagum dengan budaya Melayu Riau, namun jika mereka beberapa hari di Pekanbaru barangkali mereka mulai ragu apakah benar Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau yang berbudaya Melayu.

"Mereka ragu setelah mereka melihat sikap dan prilaku warganya yang tidak mencerminkan adat dan budaya Melayu yang luhur," jelas Al Azhar.

Pada kesempatan tersebut sejumlah siswa SMP IT Madani sempat menanyakan sejumlah pertanyaan mulai mengenai LAM Riau, pendirian Balai Adat Melayu Riau, sampai kepada kendala apa saja yang dihadapi dalam membela, mempertahankan, dan melestarikan adat dan budaya Melayu.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau H Tenas Effendy LAM Riau memberikan nasihat kepada siswa SMP IT Madani Pekanbaru agar menjaga akhlak, kesopanan, tahu menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik dan mampu menempatkan sesuatu sesuai dengan fungsinya.

Tenas memberi perumpamaan jika makan menggunakan tangan kanan, tidak dengan tangan kiri. Begitu juga jika mengenakan kopiah tidak ditempatkan di lutut melainkan ditempatkan di kepala.

"Adat mengajarkan kita untuk berlaku sopan dan menempatkan sesuatu sesuai fungsi dan kegunaannya," kata Tenas.

Adat membentuk akhlak, sehingga orang tahu menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik. "Dalam falsafah adat dikatakan adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah, adat mengata, syarak memakai," ujar Tenas.(rls)