PEKANBARU, GORIAU.COM - Kelesuan perdagangan CPO di pasar global kembali menjadi pemicu penurunan harga CPO dalam negeri. Disamping perlambatan ekonomi dunia dan nasional juga menyebabkan harga CPO dari Malaysia dan Indonesia juga mendapat sentiment negatif akibat pertumbuhan perdagangan kedelai dan jagung dari Amerika Serikat.

Pada pekan pertama bulan Juni ini, Tim Penetapan Harga TBS Disbun Riau memutuskan harga TBS kembali turun rata-rata pada angka Rp 14,60/kg. Rapat tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (2/6) yang berlaku untuk periode 4-10 Juni 2014.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs H Zulher MS, mengungkapkan bahwa penurunan harga TBS tersebut diakibatkan oleh kelesuan perdagangan CPO di pasaran internasional.

''Penurunan ini karena kelesuan perdagangan CPO di pasar global karena adanya perlambatan ekonomi global dan nasional. Dan juga, penurunan ini bukan terjadi di Riau atau Indonesia saja, di perdagangan berjangka Malaysia juga turun,'' ungkap Zulher.

Akibat kelesuan perdagangan perdagangan CPO juga mengakibatkan pelemahan nilai Ringgit Malaysia terhadap dollar menjadi 3,23 Ringgit Malysia per dollarnya.

Berdasarkan rapat tersebut harga TBS untuk umur 3 tahun diputuskan menjadi Rp. 1.328,10/kg, umur 4 tahun Rp 1.483,10/kg, umur 5 tahun Rp 1. 587,05/kg, umur 6 tahun Rp 1.633,70/kg, umur 7 tahun Rp 1.696,06/kg, umur 8 tahun Rp 1.748,94/kg, umur 9 tahun Rp 1.805,08/kg, umur 10 tahun keatas menjadi 1.855,42/kg.

Sedangkan untuk harga CPO adalah Rp 8.312,95/kg, harga PKO adalah Rp 5.782,73/kg dan indeks K-nya adalah 87,81 persen. (rls)