INFRASTRUKTUR Proyek perbaikan jalan atau overlay di Pekanbaru memang penting sebagai upaya memperbaiki kualitas infrastruktur dan kenyamanan masyarakat. Namun, jika pengerjaan ini tidak diiringi dengan penataan drainase yang memadai, maka proyek tersebut berpotensi menjadi pembangunan yang tidak berkelanjutan. overlay tanpa drainase yang terintegrasi hanya akan menghasilkan jalan yang cepat rusak kembali.

Hal ini sangat masuk akal sebab tanpa saluran air yang memadai di bahu jalan, genangan air hujan akan merusak permukaan jalan dan mengurangi umur pakainya. Akibatnya, anggaran yang sudah dikeluarkan tidak optimal dan masyarakat justru dirugikan karena harus menanggung jalan rusak dalam waktu cepat. Di sisi lain, proses pengambilan keputusan terkait perbaikan infrastruktur harus melibatkan koordinasi antara Pemerintah Kota dan DPRD. Sinergi ini bukan hanya soal regulasi, melainkan tentang etika dan komitmen bersama dalam membangun kota secara terpadu. Ego sektoral dan ketidakharmonisan justru akan memperlambat pembangunan yang urgensi dan manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, Pekanbaru perlu kembali menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang holistik, dengan mengintegrasikan antara perbaikan jalan dan pengelolaan drainase.

Kajian yang mendalam dan dukungan seluruh pihak—dari eksekutif hingga legislatif—merupakan langkah strategis agar investasi infrastruktur tidak sia-sia dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga kota. Meningkatkan kualitas jalan tidak boleh menjadi sekadar perbaikan fisik, tapi harus pula melibatkan upaya sistematis menangani aspek drainase sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar tahan lama dan mendukung kenyamanan serta keselamatan masyarakat. Pekanbaru bisa menjadi contoh kota yang maju apabila semua elemen mau bersatu untuk merancang dan melaksanakan pembangunan yang cerdas dan berkelanjutan.

Teori Manajemen Pemerintahan dalam Penataan Jalan.

Proses penataan jalan di Kota Pekanbaru mengikuti teori manajemen pemerintahan yang menekankan tahap perencanaan (planning) sebagai fondasi utama, di mana pemerintah menetapkan target, sasaran waktu, dan metode perbaikan seperti overlay atau tambal sulam. Pendekatan ini melibatkan identifikasi ruas jalan rusak melalui koordinasi dengan camat, lurah, dan masyarakat, serta alokasi anggaran seperti Bantuan Keuangan (BanKeu) untuk overlay di ruas prioritas.

Teori ini menjamin pembangunan terstruktur agar infrastruktur tahan lama, dengan penekanan pada integrasi drainase untuk mencegah kerusakan akibat genangan air.

Integrasi dengan Penataan Drainase

Penataan drainase menjadi elemen krusial dalam teori perencanaan holistik, di mana overlay harus disertai saluran air memadai di bahu jalan untuk menghindari kerusakan prematur. Tanpa kajian drainase mendalam, anggaran publik berisiko sia-sia karena jalan cepat rusak saat hujan. Proses ini menuntut sinergi eksekutif-legislatif melalui diskusi etis, meski tidak wajib secara regulasi, untuk memastikan pelaksanaan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Perbaikan Jalan Pekanbaru Harus Holistik. Proyek overlay jalan di Pekanbaru krusial untuk infrastruktur kota, jika dilakukan tanpa penataan drainase terintegrasi, upaya ini berpotensi gagal sesuai teori manajemen pemerintahan yang menuntut sistem yqng terintegrasi, overlay harus dibarengi drainase agar jalan tahan lama, menghindari genangan yang merusak permukaan baru. Pemko Pekanbaru telah terapkan tahap planning dengan target 280 ruas jalan pada 2023 via Dinas PUPR, didukung Rp50 miliar untuk 151 ruas dan 1.768 titik pada 2025. Namun, teori ini menekankan kelanjutan ke pemantauan, evaluasi, dan pengawasan untuk sinergi dengan DPRD, mencegah disharmoni yang perlambat pembangunan.

Idealnya, proses holistik mulai dari kajian lokasi, prioritas berdasarkan kerusakan, hingga eksekusi bertahap seperti di Jalan Limbungan dan Melur. Koordinasi ini bukan hanya regulasi, tapi etika pemerintahan untuk optimalisasi anggaran publik demi masyarakat. ***

* Mardianto Manan adalah dosen Pasca Sarjana Perencanaan Wilayah Desa Universitas Riau dan Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota UIR.