PEKANBARU, GORIAU.COM - "Tidak," jawab Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo menjawab pertanyaan sesuai dengan judul di atas. Menurut dia, kasus perampokan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia di Pekanbaru tidak berkaitan dengan pendanaan terorisma.

"Motif perampokan ATM yang terjadi di Pekanbaru kuat dugaan adalah murni perampokan tanpa ada embel-embel teroris," kata AKBP Guntur yang menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Riau kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (10/1/2014).

Pernyataan Guntur adalah menanggapi maraknya aksi perampokan brankas perbankas pada akhir Desember 2013.

Menurut data kepolisian, kasus pertama terjadi pada Rabu (18/12/2013), dimana para penjahat yang diperkirakan berjumlah lebih empat orang itu berhasil membobol mesin ATM yang berada di dalam Swalayan Alfamart yang berlokasi di Jalan Sepakat Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Pada peristiwa ini, pelaku berhasil membawa kabur uang lebih kurang Rp260 juta setelah sebelumnya mengancam karyawan toko dengan menggunakan senjata api. Kejadian kedua hanya berselang 24 jam, tepatnya pada Kamis (19/12/2013), dini hari dan sasarannya kembali mesin ATM yang berada di dalam toko Alfamart, berlokasi di Jalan Delima, Kecamatan Tampan.

Dalam peristiwa itu, kawanan penjahat menyekap empat karyawan toko sekaligus serta berhasil membawa kabur uang tunai ratusan juta rupiah. Sementara kasus ketiga berlangsung dengan berselang kurang dari dua pekan, di mana pelaku mencoba menggasak mesin ATM yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Sampai sejauh ini, aparat belum berhasil mengungkap tiga perkara perampokan tersebut. "Yang jelas, kami sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus-kasus perampokan itu. Saat ini masih bekerja," katanya.(fzr/ant)