
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kasus perampokan dengan para pelaku menggunakan senjata api kembali terjadi. Kali ini menimpa, Ani (28), karyawan CV Manigor Tulus, warga Kecamatan Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu.
Pada peristiwa kali ini, kawanan perampok berhasil menggasak uang senilai Rp270 juta. "Kejadiannya tadi siang sekitar pukul 12.45 WIB di Kecamatan Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu," kata Kapolres Indragiri Hulu, Ajun Komisaris Besar Aris Prasetyo kepada wartawan di Pekanbaru lewat pesan elektronik, Selasa siang (26/11/2013).
Anggota menurut dia, juga telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mencari bukti-bukti awal. Pihaknya juga telah memintai keterangan korban dan saksi-saksi yang dianggap mengetahui atau melihat peristiwa perampokan tersebut.
"Yang jelas pelakunya masih dalam pengejaran. Identitas seorang pelaku telah diketahui dan masih dalam pengejaran. Korban selamat karena pelaku hanya menembakkan senjata api ke arah atas untuk menakut-nakuti saja," katanya.
Informasi kepolisian menyebutkan, kronologi kejadian berawal ketika korban yang berada di dalam satu mobil dengan seorang sopir usai mengambil uang dari perusahaan perbankan di Kecamatan Air Molek.
Tiba-tiba, demikian saksi, dua unit sepeda motor dengan ditunggangi masing-masing dua orang pelaku (totalnya empat pelaku) memepet mobil korban dan meletuskan senjata api.
Informasi kepolisian menyebutkan, ketika itu, seorang dari empat pelaku kemudian turun dan mengambil sebuah tas milik korban yang berisikan uang tunai senilai Rp270 juta.
Setelah mendapatkan incarannya itu, para pelaku kemudian kabur tanpa diketahui jejaknya. "Kasusnya masih dalam penyelidikan. Pejabat perusahaan tempat korban bekerja juga dimintai keterangannya karena kabarnya uang yang dirampok adalah uang untuk menggaji karyawan," kata Kapolres.
Kasus perampokan dengan menggunakan senjata api marak terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau. Beberapa kasus berhasil diungkap oleh Polda Riau dan jajaran, namun kasus-kasus lainnya masih dalam tahap penyelidikan.
Untuk meminimalisasi tindak kejahatan menggunakan senjata api tersebut, aparat Polda Riau menggencarkan razia senjata api di sejumlah wilayah kabupaten/kota. "Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif menerima informasi dari masyarakat terkait senjata api. Ketika ada yang mencurigakan, segera melakukan penyisiran atau razia," kata Kepala Polda Riau Brigjen Pol Condro Kirono.
Menurut Kapolda, kehadiran senjata api di Riau yang digunakan para pelaku kejahatan itu didatangkan dari luar Riau.
Untuk itu, sambung dia, upaya razia juga selayaknya dilakukan di wilayah-wilayah perbatasan, baik itu Riau-Sumatera Utara dan Riau-Sumatera Barat dan jalur-jalur alternatif. "Yang jelas untuk kepemilikan senjata api secara ilegal, kami tidak ada ampun. Kami juga mengharapkan kerja sama masyarakat," katanya.(fzr/ant)