JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menjadi bank dengan pertumbuhan laba tertinggi dari empat bank besar dari sisi market cap. Per Agustus 2023, BCA meraup laba bersih Rp 31,7 triliun (bank only) atau tumbuh 29%.

Dilansir dari riset terbaru Mandiri Sekuritas, laba bersih BCA tersebut sesuai estimasi, lantaran mencapai 67% dari target setahun penuh dan 65% versi konsensus analis. Hal itu ditopang oleh kuatnya pertumbuhan laba usaha dan penurunan provisi.

Per Agustus, laba sebelum provisi emiten berkode saham BBCA tersebut naik 21% menjadi Rp 40,7 triliun, tercepat dalam kelompok 12 bank top di Tanah Air. Ini didorong kenaikan net interest income (NII) dan non-NII.

Pertumbuhan kredit BBCA mencapai 10% hingga Agustus 2023, DPK tumbuh 5%, sedangkan CASA naik 3%. Selanjutnya deposito berjangka naik 12%, sehingga rasio CASA turun menjadi 80,6% per Agustus dibandingkan Juli sebesar 81,2%.

''LDR terus meningkat menjadi 68,7% pada Agustus 2023 dari Juli sebesar 68,4% dan Agustus 2022 sebesar 65,5%,'' tulis Mandiri Sekuritas.

NIM BBCA membaik menjadi 6% per Agustus 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu 5%, didorong oleh pertumbuhan imbal hasil aset sebesar 126 bps dan penyesuaian suku bunga kredit. Adapun biaya dana hanya naik 29 bps.

Cost to income ratio (CIR) BBCA membaik menjadi 33,4% per Agustus 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu 34,7%. Secara bulanan, CIR Agustus 2023 naik tajam menjadi 38,1% dari Juli sebesar 34,2%.

Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham BBCA dengan target harga Rp 10.200. Kemarin, BBCA naik 2,8% ke level Rp 9.075. ***