
JAKARTA – Pep Guardiola, sosok yang membawa Manchester City meraih kejayaan, kini menghadapi ancaman pemecatan setelah serangkaian hasil buruk sepanjang musim ini. Dalam 13 pertandingan terakhir di semua kompetisi, The Citizens hanya meraih satu kemenangan, sembilan kekalahan, dan tiga hasil imbang, rekor terburuk sejak klub ini diambil alih oleh Sheikh Mansour pada 2008.
Posisi Manchester City di Liga Inggris kini tercecer di peringkat ketujuh dengan 28 poin, terpaut 14 poin dari Liverpool di puncak klasemen. Situasi serupa terjadi di Liga Champions, di mana mereka berada di posisi ke-22 dengan delapan poin, memperkecil peluang lolos otomatis ke babak 16 besar.
City juga tersingkir dari Carabao Cup usai kalah di babak 16 besar melawan Tottenham Hotspur. Hasil ini menambah tekanan pada Guardiola, meski ia pernah membawa City ke masa kejayaan dengan 18 trofi sejak bergabung pada 2016, termasuk empat gelar Liga Inggris beruntun dan sixtuple pada 2022.
Absennya Rodri karena cedera ACL menjadi salah satu kendala utama yang berdampak signifikan pada performa tim. Gelandang peraih Ballon d'Or 2024 ini adalah kunci strategi Guardiola, bertugas menghalau serangan balik lawan dan menjaga transisi permainan. Tanpa Rodri, City kesulitan mempertahankan stabilitas, terlihat dari 28 gol yang bersarang di gawang mereka dalam 13 laga terakhir.
Selain itu, lambatnya distribusi bola dari lini tengah memperburuk situasi, sehingga lawan lebih mudah membaca gaya permainan Guardiola yang mengandalkan penguasaan bola dan umpan pendek.
"Kami mencoba mengubah dinamika, tetapi ada banyak kendala. Saya tidak punya jawaban yang pasti. Ini sepak bola," ujar Guardiola setelah City ditahan imbang Everton pekan lalu.
Badai Cedera dan Solusi Transfer
Manchester City juga dihantam badai cedera. Selain Rodri, pemain seperti Ruben Dias, Jack Grealish, Kyle Walker, John Stones, Ederson Moraes, dan Matheus Nunes absen karena berbagai masalah fisik. Oscar Bobb bahkan dipastikan tidak akan kembali hingga akhir musim.
Untuk membalikkan situasi, Guardiola berharap manajemen aktif di bursa transfer Januari. Kehadiran pemain baru akan memberikan opsi taktik yang lebih luas. Jika manajemen tidak bertindak, Guardiola mungkin terpaksa mengandalkan pemain muda dari akademi, meski ia dikenal jarang memberikan waktu bermain kepada mereka.
Guardiola yang baru menandatangani kontrak hingga 2027 memahami bahwa posisinya tidak sepenuhnya aman. Pemilik klub, Sheikh Mansour, telah menginvestasikan lebih dari 1,5 miliar euro untuk membangun skuad kompetitif, dan ekspektasi tinggi menyertai setiap musim.
Langkah pertama Guardiola untuk memperbaiki situasi adalah memutus tren negatif dengan mengincar kemenangan tandang melawan Leicester City di King Power Stadium pada Minggu (29/12/2024), pukul 21.30 WIB.
Jika gagal, manajemen City mungkin tak punya pilihan lain selain mempertimbangkan pemecatan Guardiola, mengakhiri era suksesnya yang penuh kontroversi di Manchester Biru. (ant)