
SELATPANJANG - Asosiasi Galangan Kapal dan Pengangkatan Limbah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, siap membantu mengangkatkan 5 unit kendaraan bermotor yang ikut nyemplung ke dasar laut saat dermaga yang sering disebut pelabuhan camat di Selatpanjang ambruk, Selasa (16/2/2016) sore. Namun, korban diminta membayar Rp1,5 juta untuk satu unit sepeda motor.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Kasam Usman, warga Jalan Nusa Indah Kampungbaru Selatpanjang Selatan, Kepulauan Meranti.
"Kita siap saja menyelam dan mengangkatkan sepeda motor mereka. Tapi bantu lah anggota kami atas jerih payahnya," ujar laki-laki yang akrab dipanggil Wak Kasam saat ditemui GoRiau di belakang Kedai Kopi Jumbo Selasa sore.
Ditambahkan Wak Kasam yang juga penasehat LAMR Meranti ini lagi, setidaknya akan turun sekitar 4 sampai 6 orang anggotanya. 3 orang di laut, dan sisanya di atas untuk menarik kendaraan yang berhasil diangkat.
"Kalau anggota kita ada sekitar 18 orang. Setiap kali turun menyelam ganti-ganti orangnya," ujar Wak Kasam lagi.
Diceritakan Wak Kasam yang waktu itu didampingi Ketua Harian Budi dan anggota lain Ardi, asosiasi galangan kapal ini sudah ada sejak Meranti baru terbentuk. Hingga saat ini, tak sedikit benda-benda tenggelam di dasar laut yang sudah mereka angkat.
"Yang lumayan sulit dikerjakan adalam menimbulkan tughboat, dan kapal. Pernah dulu kami menimbulkan kapal berkapasitas muatan 300 ton," cerita Wak Kasam.
Wak Kasam yang sudah tidak muda itu mengaku telah bertahun-tahun menggeluti pekerjaan menyelam. Bahkan Ia pernah juga menyelam di laut Malaysia.
Sementara menurut Budi, mereka menyelam dengan alat seadanya seperti kompresor, tali, dan takal mulut. Sedangkan kacamata renang berkemungkinan tidak dipakai. "Percuma juga pakai. Laut kita kan airnya tidak jernih," kata Budi pula.
"Menyelam itu enaknya saat air laut pasang. Biar tidak terlalu tinggi mengangkat sepeda motor ke Jembatan," tambah Budi. ***