PEKANBARU, GORIAU.COM - Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi salah satu 'pembunuh' mematikan. Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlah kasus TB setelah India dan Cina. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian akibat TB.

Di Indonesia tuberkulosis adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia.

Sementara penyakit tuberkulosis paru adalah penyakit radang parenkim paru karena ineksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis paru termasuk suatu pneumonia, yaitu pneumonia yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.

Di Riau, saat ini sudah terdata sebanyak 1.872 kasus TB Paru dengan persentase pencapaian sebesar 19 persen. Angka tersebut dicatatsepanjang triwulan II tahun 2015.

Jumlah tersebut bukanlah angka secara keseluruhan. Minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pengecekan membuat pendataan di kabupaten/kota sulit diratakan. Begitu juga tingkat kualitas paramedis yang seadanya.

"Selain itu masih rendahnya komitmen berbagai pihak untuk mendukung program penanggulangan TB," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril, Minggu (6/9/2015) di Pekanbaru.

"Masih tingginya mutasi petugas sebagai pelaksana program di lapangan sehingga kemampuan paramedis di Puskesmas perlu ditingkatkan," kata Andra.

Bulan ini sebanyak 25 dokter dan paramedis Puskesmas diberikan pelatihan tentang tatalaksana TB untuk mendukung pelaksanaan program DOTS khususnya di level Puskesmas.

Diskes Riau meminta agar masyarakat untuk sadar dan mau memeriksakan kesehatan. Pihak rumah sakit dan puskesmas juga disarankan untuk mendata dan rutin melaporkan terhadap kasus-kasus berat seperti TB Paru ini.

Penyakit tuberkulosis ini perlu diingat adalah salah satu penyakit menular. Penularan lebih mudah lewat udara atau saluran nafas. Bisa lewat air ludah dan sebagainya.***