PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bergerak cepat saat mengetahui Riska Ramadila, warga Lipat Kain, Kampar Kiri, Kampar, menderita tumor di lutut kanan. Riska merupakan atlet bola voli andalan di sekolahnya.

Dinkes Riau juga memasukkan nama Riska Ramadila sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (JKN-KIS PBI) APBN, guna menanggung segala biaya pengobatan penyakit tumor dideritanya.

Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Nasution kepada GoRiau.com mengatakan, bahwa informasi kalau Riska ditelantarkan atau tidak diperhatikan pemerintah daerah tidak benar, hanya saja, karena Riska tidak mau diamputasi, akhirnya pihak keluarga mencoba pengobatan alternatif.

"Yang bersangkutan sudah di datangi oleh pihak RSUD Arifin Achmad. Juga diajak untuk berobat, tapi yang bersangkutan tidak mau. Karena takut kakinya harus diamputasi sehingga dia (Riska, red) tetap memilih untuk berobat alternatif (tradisional, red)," jelas Edy Nasution, Minggu (2/2/2020).

Seperti diketahui, Riskamerupakan warga Kabupaten Kampar. Ia sudah 7 bulan mengidap penyakit itu, dia terbaring di rumah tanpa bisa beraktivitas seperti teman-teman sebaya lainnya. Sang ibu bercerita, semua upaya telah dilakukan untuk menyembuhkan tumor ganas sebesar kepala manusia dewasa Riska.

''Awalnya kami berobat ke RS Prima. Di sana sudah dilakukan CT Scan. Karena mereka (rumah sakit) tidak spesialis menangani itu, akhirnya diinformasikan kalau kami dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru," katanya saat ditemui di Pekanbaru, Sabtu (1/2).

Berbagai pengobatan demi pengobatan dijalani Riska. Mulai dari obat medis hingga rempah-rempah ikut ditelannya. Ketika menjalani pengobatan alternatif, Riska menghentikan semua pengobatan medis.

"Kami memang bawa Riska ke pengobatan alternatif," tambahnya.

Meski begitu, saat ini sang ibu telah membawa Riska kembali ke pengobatan medis. Hanya saja, masih belum dipastikan apakah Riska akan segera diamputasi atau tidak. Mengingat kondisi keluarga Riska yang pas-pasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Kes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau langsung gerak cepat saat mengetahui Riska Ramadila, warga Lipat Kain, Kampar Kiri, Kampar, menderita tumor di lutut kanan.

Caranya, Dinkes Riau memasukkan nama Riska Ramadila sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (JKN-KIS PBI) APBN, guna menanggung segala biaya pengobatan penyakit tumor dideritanya.

"Semoga Allah SWT memberikan petunjuk terbaik kepada Riska agar mendapatkan pengobatan medis maksimal. Untuk pembiayaan, tidak masalah karena pasien sudah punya kartu JKN-KIS," ungkap Kadis Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Sabtu, 1 Februari 2020.

Selain itu, tutur Mimi Yuliani Nazir, Riska sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru dengan pendampingan dari Puskesmas dan Dinkes Riau.

"Riska telah diperiksa oleh Dokter di Poli Bedah Onkologi RSUD Arifin Achmad, dr Elfadri. Selain itu, kita juga sudah lakukan edukasi ke keluarga inti dari pasien mulai tante, dan paman, untuk menyampaikan kondisi medis pasien dan tindakan akan dilakukan secara klinis," kata Mimi Yuliani Nazir.

Tumor ganas membuat dengkul kanan pemain bola voli andalan sekolah itu bengkak hingga sebesar kepala.

Riska bercerita, kisahnya dimulai pada pertengahan 2019. Kala itu dia dan teman-temannya sedang mengikuti pelajaran olah raga di sekolah.

Riska sedang asyik berolahraga tiba-tiba terjatuh dan lututnya terbentur. "Awalnya cuma sakit biasa terus hilang lagi. Lama-lama ngilu cuma belum bengkak," kata Riska saat berbincang dengan kumparan, Jumat (31/1).

Juli 2019, lutut kanan Riska mulai bengkak dan terus membesar, hingga akhirnya pada Agustus 2019 Riska tidak kuat berjalan lagi. Akibatnya saat ini Riska terpaksa tidak sekolah.

Kedua orangtua Riska, Herianto dan Muzarniati bekerja sebagai penyadap karet, penghasilannya pun tak menentu. Rumah Riska juga sederhana dengan dinding kayu di RT 03, RW 03 Kayu Mas, Kelurahan Lipatkain, Kecamatan Kamparkiri, Riau. "Sedih juga kalau diceritakan," ucap Riska.

Sementara itu, Pemkab Kampar hingga saat ini belum memberi keterangan terkait warganya yang menderita tumor ganas, yang merupakan salah satu atlet voli andalan sekolah tersebut. ***