PEKANBARU – Pengamat Politik Riau, Dr Panca Setyo Prihatin, menilai penggantian kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Riau tidak akan berpengaruh banyak terhadap kader di akar rumput.

Menurut Panca, semua partai politik di Indonesia sampai hari ini masih menganut sistem sentralistik, artinya semua keputusan mutlak berada di pengurus partai tingkat pusat.

"Partai politik ini masih sangat sentralistik, siapa yang menguasai pusat, dialah yang mengusai daerah, jadi ini semacam kalau saya katakan 'rivalitas elite', tidak ada kaitannya dengan akar rumput," katanya, Kamis (31/3/2022).

Sehingga, dia menilai proses penggantian ini merupakan sesuatu yang wajar dan menjadi dinamika politik bagi semua partai, tak terkecuali Gerindra.

Dosen Universitas Islam Riau (UIR) ini berpandangan, puncak kejayaan Partai Gerindra adalah di Pemilu 2019, dimana saat itu harapan publik bertumpu kepada sosok Prabowo yang merupakan lambang dari pergerakan oposisi.

Massa Gerindra, kata Gerindra, mayoritas merupakan orang-orang yang tidak menjalani proses pengkaderan, mereka mendukung Gerindra karena Gerindra dianggap 'harapan baru' untuk mengganti rezim.

Proses pengkaderan di partai politik sendiri, menurut dia, kurang berhasil di Indonesia, dan yang terjadi hari ini adalah mobilisasi massa ketika ada iven-iven kepartaian, meskipun dia tak memungkiri pemilih tradisional masih ada.

"Partai politik ini kan ada yang partai kader dan partai massa. Gerindra saya lihat sebagai partai massa, bukan partai kader seperti halnya PDIP. Kalau PDIP itu kan punya basis tradisional, apapun keputusan Buk Megawati pasti akan diikuti sama mereka, Gerindra tidak begitu," terangnya.

Lebih jauh, penggantian pimpinan partai ini, kata Panca, mungkin hanya akan berdampak di tingkat elite saja, karena penggantian Ketua akan membuat penggantian kelompok.

"Seperti yang saya bilang tadi, ini rivalitas elite, dan dampaknya adalah keputusan politik menghadapi Pemilu 2024. Kita kembali ke adigium 'setiap masa kan ada orang dan setiap orang ada masanya'," tutupnya. ***