
RENGAT, GORIAU.COM - Pengerjaan proyek jaringan distribusi air bersih atau pemasangan jaringan pipa PVC oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indra, Rengat yang saat ini sedang dikerjakan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), menuai tanda tanya dari berbagai kalangan masyarakaat, terutama pengerjaan pemasangan pipa di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat.
Proyek yang dianggarkan melalui APBD Inhu itu, menelan dana hingga miliaran rupuiah. Namun, kuat dugaan pengerjaan proyek tidak sesuai kontrak dan bestek. Seperti halnya, kedalaman pipa yang tidak sesuai, parit galian yang asal jadi, penimbunan yang sembrono. Selain itu, plang mana proyek hingga saat ini masih tidak dipasang.
Safarudin (40), warga Pematang Reba kepada GoRiau.com mengatakan, proyek pemasangan pipa ini dikerjakan sepertinya asal-asalan. Lihat saja selain dangkal, penimbunan parit galian pipa tersebut asal jadi, karena begitu ditimbun tidak dilakukan pemadatan. Akibatnya tanah bekas galian tersebut ketika dilintasi kendaraan, akan turun, tidak jarang kendaraan yang melintas terperosok. Seperti halnya yang berada tepat didepan toko saya ini, ujar Saparudin.
“Sejak adanya penggalian jaringan pipa tersebut, sudah sering kali mobil terperosok ke dalam parit galian itu, selain karena tanahnya gembos dan tidak dipadat, ditambah lagi sering ditimpa hujan. Tidak hanya itu, akibat adanya galian untuk pemasangan pipa yang baru, banyak pada jaringan pipa yang lama mengalami kebocoran, akibatnya selain berpengaruh pada pendistribusian air, ruas jalan yang ada juga berlumpur”, paparnya.
Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasikan GoRiau.com ke Dinas PU Inhu, Kamis (24/10/2013), Penjabat Pengambil Komitmen (PPK) dan Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut, tidak ditemukan di kantor, bahkan PPTK proyek tersebut, Ir. Wahyu Ali Supardja yang juga Kasi Air Bersih pada Bidang Cipta Kayra dinas PU Inhu, sejak berita terkait proyek ini gencar diberitakan di media, terkesan jarang berada di kantor. (jef)