
JAKARTA – Insiden penembakan mewarnai kawasan kompleks Gedung Putih, Washington DC, Sabtu (23/5/2025). Sedikitnya dua orang mengalami luka-luka usai baku tembak antara seorang pria bersenjata dan agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service).
Berdasarkan laporan Fox News, ketegangan bermula sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Seorang pria yang berjalan dari arah Gerbang 17 tiba-tiba melepaskan tiga tembakan ke arah bangunan utama Gedung Putih.
Agen Dinas Rahasia yang bersiaga langsung membalas tembakan dan melumpuhkan pelaku di lokasi kejadian. Akibat baku tembak tersebut, satu warga sipil ikut terluka dan menderita luka serius bersama sang pelaku penembakan.
"Kami mengonfirmasi laporan penembakan di dekat 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW. Saat ini kami terus bekerja mendalami informasi bersama personel di TKP," tulis pernyataan resmi Dinas Rahasia AS.
Biro Investigasi Federal (FBI) langsung merespons situasi dengan menerjunkan tim untuk mengamankan area serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Kolaborasi antarlembaga dilakukan guna mengungkap motif di balik aksi nekat tersebut.
"FBI berada di TKP dan mendukung upaya Dinas Rahasia merespons penembakan di dekat kompleks Gedung Putih. Kami akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat," jelas Kepala FBI, Kash Patel.
Otoritas keamanan setempat mengonfirmasi Presiden AS, Donald Trump, berada dalam kondisi aman tanpa luka sedikit pun. Kompleks Gedung Putih sempat berstatus kuncitara (lockdown) guna memastikan tidak ada ancaman lanjutan, namun status tersebut kini sudah dicabut setelah situasi terkendali. ***