
SIAK – Suatu inisiatif yang menggembirakan tengah berlangsung di Desa Buantan Lestari, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak (16/10). Beberapa dosen Agroteknologi dari Universitas Lancang Kuning telah memberikan pendampingan berharga kepada petani setempat untuk meningkatkan kualitas pertanian mereka dengan mematuhi panduan pertanian yang baik (good agricultural practices/GAP).
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dengan memanfaatkan ekstrak tanaman yang telah melalui uji aktivitas yang cermat.
"Panduan pertanian yang baik (GAP) adalah kerangka kerja yang dirancang untuk memastikan praktik pertanian yang berkelanjutan, aman, dan berkualitas tinggi," ungkap Dr Indra Purnama, yang merupakan ketua tim pendamping, Senin (16/10/2023).

Para petani di Desa Buantan Lestari telah mendapatkan bimbingan tentang GAP melalui penyuluhan dan pelatihan yang diadakan oleh dosen Agroteknologi Universitas Lancang Kuning. Dalam peran sebagai mentor, mereka membantu petani menerapkan GAP dalam pekerjaan sehari-hari mereka.
Pengendalian hama dan penyakit adalah elemen penting dalam pertanian yang sukses. Untuk mengurangi penggunaan pestisida konvensional (baca: pestisida kimia, red) yang berbahaya dan meningkatkan produktivitas, para petani di Desa Buantan Lestari diajarkan metode pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (integrated pest and Dldisease management/IPDM). Salah satu elemen kunci dari pendekatan ini adalah penggunaan ekstrak tanaman alami sebagai alternatif pengendalian.
Sebagai bagian dari upaya ini, dosen Agroteknologi Universitas Lancang Kuning telah melakukan penelitian mendalam untuk mengidentifikasi tanaman-tanaman lokal yang memiliki potensi sebagai bahan aktif dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Tanaman-tanaman ini telah diuji aktivitasnya untuk memastikan efektivitasnya dalam pengendalian.
"Kita telah bekerja sama dengan beberapa peneliti di Perancis untuk menguji aktivitas ekstrak tanaman ini dari beberapa tanaman kepada beberapa mikroba. Hasilnya adalah ekstrak tanaman yang telah terbukti efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman," tutur Indra.
Petani di Desa Buantan Lestari sekarang dapat mengakses ekstrak tanaman ini, yang telah membantu mengurangi penggunaan pestisida kimia dan meningkatkan hasil pertanian yang lebih aman dan berkualitas.
Pendampingan ini bukan hanya tentang peningkatan hasil pertanian, tetapi juga tentang menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan petani. Dosen Agroteknologi Universitas Lancang Kuning terus memberikan dukungan dengan pemantauan rutin, pembaruan teknologi, dan informasi terkini tentang praktik pertanian yang baik.
Dengan adanya upaya ini, Desa Buantan Lestari semakin mendekat kepada pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan menguntungkan bagi semua pihak.
Para petani kini memiliki keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pertanian mereka sambil memastikan bahwa produk pertaniannya memenuhi standar kualitas dan keamanan yang tinggi. Ini adalah langkah positif menuju masa depan pertanian yang lebih cerah di Desa Buantan Lestari.***rls