
PEKANBARU - Penampilan para penyair dan seniman Riau di Panggung Seni Forum Penyair ASEAN (FPA) 2016 Kuala Lumpur, Malaysia cukup memukau dan mendapat sambutan antusias ratusan hadirin. Para penyair membacakan puisi masing-masing diiringi gitar oleh pemusik Syahfitra dan tiga penyanyi menampilkan lagu-lagu Melayu dan Indonesia yang sangat menghibur.
Acara panggung seni FPA 2016 yang dipusatkan di Rumah Seni bertemakan 'Akrab ASEAN' dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara ASEAN. Tampak hadir, antara lain penyair KH. D. Zawawi Imron, Ahmadun Yosi Herfanda, Isbedy Stiawan, dll (Indonesia), Prof. Firdaus Abdullah (Malaysia) dan para seniman-budayawan.
Seperti dilaporkan A. Aris Abeba selaku pimpinan rombongan Tim Kesenian Riau, penampilan diawali dengan musikalisasi puisi berjudul 'Orang Kampung Bermimpi tentang Paris' gubahan pemyair Fakhrunnas MA Jabbar yang diaransmen oleh pemusik Syahfitra dan dinyanyikan oleh penyanyi Pratiwi Devi. Sementara pembacaan puisi langsung dilakukan oleh Fakhrunnas bersama pemusik Ian Machyar.
''Kolaborasi musikalisasi puisi yang menarik. Lirik puisi dan gubahan musiknya padu sehingga sangat menarik,'' komentar penyair Rukmi Wisnu Wardhani yang menyaksikan penampilan yang duduk di samping KH. Zawawi Imron.
Penyanyi Pratiwi Devi menyatakan rasa bangganya dapat terlibat dalam kolaborasi musikalisasi puisi itu sebagai pengalaman yang berharga. Apalagi, penampilan itu disaksikan ratusan hadirin dari berbagai negara ASEAN.
Selanjutnya secara bergiliran, penyair Riau lain, Husnu Abadi membacakan puisi renungan tentang kampung. Husnu tampil dengan gaya lembut dengan lirik-lirik puisi yang naratif sehingga mudah dipahami audiens. Sedangkan Kazzaini membacakan puisi 'Tetes Hujan' dengan gaya yang melankolis. Puisi Kazzaini bercerita tentang hujan dengan lirik dan diksi yang mengundang senyum.
Hampir senada, penyair Mosthamir Thalib membacakan puisi 'Anjing Gila' yang bernada humoris sebagaimana kebiasaan penyair ini yang menyukai dunia humor. Penyair A. Aris Abeba sendiri yang didaulat mengantarkan penampilan para seniman Riau ini membacakan puisi yang bertemakan Riau.
Sementara penampilan tiga penyanyi masing-masing Pratiwi Devi, Tengku Ima dan Marni berhasil membangun suasana baru menyelingi rangkaian pembacaan puisi para penyair ASEAN. Ketiga penyanyi secara kolaboratif menyanyikan lagu Ruth Sahanaya yang berirama riang dan menghentak.Terakhir penampilan ini ditutup dengan lagu Laksemana Raja Dilaut yang diopulerkan oleh Iyeth Bustami. Lagu ini mendapat tepukan hadirin karena iramanya yang membuat para hadirin turut bergoyang.
Acara FPA 2016 sepanjang hari ini, Sabtu (3/8) dipusatkan di gedung Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Kuala Lumpur. Acara sejak pagi hingga petang diisi dengan seminar. Sedangkan malam hari, dilanjutkan dengan penampilan seni. ***