YOGYAKARTA - Bermodalkan keyakinan dan kekuatan Man Jadda Wa Jadda yang artinya barangsiapa bersungguh-sungguh maka pasti akan berhasil, Muhammad Fadhli, seorang anak yatim piatu asal Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan - Provinsi Riau ini teguh mengejar cita-citanya dengan memanfaatkan beasiswa pendidikan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Selain yatim piatu, Fadhli yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara ini juga berasal dari keluarga sederhana. Hal itulah yang membuat Fadhli tidak pernah bermimpi untuk berkuliah di Kota Pelajar, Yogyakarta.

Namun siapa sangka, ternyata nasib baik telah ditakdirkan untuknya. Kisah ini bermula ketika Fadhli yang bersekolah di SMAN 1 Pangkalan Kerinci,Kabupaten Pelalawan ini mendapat informasi beasiswa melalui perwakilan perusahaan RAPP yang waktu itu mensosialisasikan beasiswa dari Community Development RAPP.

Begitu mengetahui informasi tersebut, Fadhli pun menyiapkan segala berkas-berkas persyaratan dan mengikuti seleksi yang terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Dengan persiapan yang matang, akhirnya Fadhli pun lulus seleksi beasiswa RAPP dan diterima pada Jurusan Kehutanan di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta. Seluruh biaya kuliah dan hidup selama ia menempuh pendidikan di perantauan ini pun ditanggung sepenuhnya oleh RAPP.

"Saya berasal dari keluarga tidak mampu. Ayah dan Ibu kandung saya sudah meninggal. Jadi kalau untuk berkuliah, apa lagi di luar Riau tentunya tidak bisa. Makanya keluarga saya sangat mendukung untuk mendapatkan beasiswa dari RAPP waktu ," kata Fadhli ketika ditemui GoRiau.com usai mengikuti prosesi wisuda di Instiper Yogyakarta, Sabtu (28/4/2018).

Pemuda kelahiran 30 Oktober 1995 silam tersebut juga mengaku fokus belajar dan bersungguh-sungguh selama menuntut ilmu di kampus. Kalau pun ada waktu senggang di sela-sela rutinitas kuliah, ia hanya menyibukkan diri dalam kegiatan organisasi, BEM dan paguyuban yang bertujuan untuk mempererat silaturrahmi dan menambah jaringan relasinya.

"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali karena beasiswa yang diberikan RAPP sangat mencukupi semua kebutuhan saya selama kuliah. Jadi saya tinggal fokus belajar dan memperluas jaringan kekeluargaan dan relasi di sini saja," ucap Fadhli yang merupakan Ketua Tanoto Scholars Association Instiper Yogyakarta ini mengucapkan syukur.

Berkat ketekunan itu juga, Fadhli berhasil menyelesaikan studinya selama 3 tahun 7 bulan dengan IPK 3,47.

Lebih membanggakannya lagi, beberapa waktu ke depan Fadhli akan langsung bekerja dan mengabdi kepada perusahaan besar yang telah menjembatani awal impiannya untuk menjadi seorang pemimpin.

"Sekarang saya sudah sarjana dan saya akan bekerja dengan baik untuk RAPP. Dengan hal itu lah saya akan menyampaikan rasa terima kasih kepada perusahaan yang telah membiayai kuliah saya," ujar remaja yang bercita-cita menjadi Direktur RAPP tersebut.

Ia pun mengimbau generasi muda untuk giat belajar dan optimis dalam menggapai apa yang mereka cita-citakan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi bukanlah suatu hambatan bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan.

"Bagi generasi muda tetaplah percaya diri untuk mencapai cita-cita, kuncinya ada pada kepercayaan diri dan kesungguhan kita sendiri untuk berjuang," kata Fadhli memotivasi.

Motivasi ini juga yang akan diajarkan Fadhli kepada kedua adeknya. "Saya juga ingin adek-adek berjuang melalui pendidikan untuk merubah kehidupan. Setelah saya bekerja nanti, tentu saya akan membantu abang untuk membiayai dua adek kami," tandasnya. ***