
BANGKINANG - Pemuda Kecamatan XIII Koto Kampar dan Kecamatan Koto Kampar Hulu mengancam melakukan penutupan paksa terhadap usaha galian C yang beroperasi di desa yang ada di dua kecamatan tersebut. Hal ini dikarenakan pemuda menilai usaha galian C sudah meresahkan warga dan merusak lingkungan.
"Dalam waktu dekat, kami pemuda dari dua kecamatan yang peduli lingkungan akan turun ke lokasi usaha galian C untuk menutup paksa. Karena usaha galian C ini sudah meresahkan warga dua kecamatan ini," ancam Fajrin kepada GoRiau, Minggu (9/9/1018).
Salah satu contoh usaha galian C yang meresahkan masyarakat, menurut Fajrin, selain merusak lingkungan sungai, juga telah membuat korban berjatuhan di jalan lintas XIII Koto Kampar karena truk angkutan galian C meninggalkan lumpur di badan jalan. Dan jalan pun menjadi licin sehingga tidak sedikit korban berjatuhan.
Pengendara roda dua pun mulai khawatir melintasi jalan lintas penghubung XIII Koto Kampar dan Kecamatan Koto Kampar Hulu ini.
Dari penuturan warga, anak sekolah belakangan ini sering mengalami kecelakan di badan jalan. Ia mengaku khawatir melepaskan anaknya pergi ke sekolah.
"Kadang kami takut melepaskan anak-anak pergi ke sekolah naik motor, sering jatuh disebabkan jalan aspalnya licin karena berlumpur," ujar Abdul.
Abdul menambahkan dengan berharap pihak terkait harus secepaknya pihak galian C ini mengambil tindakan untuk membersihkan lumpur di badan jalan.
Dari pantauan, saat ini galian C beroperasi di Kecamatan XIII Koto Kampar di Desa Muara Takus, dan di Desa Gunung Bungsu. Semantara itu di Kecamatan Koto Kampar Hulu beroperasi di Desa Tanjung.
Camat Koto Kampar Hulu Tengku Said Hidayat membenarkan bahwa adanya galian C beroperasi di Desa Tanjung. Disebutkannya bahwa galian C tersebut mengantongi izin.
"Kalau di Tanjung memang masih kemarin dibuka lagi. Galian C ini dah sempat berhenti tapi dah mulai lagi. Saya korfirmasi sama Kepala Desa Tanjung katanya kegiatan tersebut masih ada izinnya tapi desa tidak ada terlibat, saya juga mohon sama-sama kita cari solusinya," ungkap Tengku. ***