
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau memastikan perbaikan Tugu Zapin di depan Kantor Gubernur Riau akan segera dilakukan setelah melalui pembahasan teknis dan penghitungan anggaran oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan bahwa rencana perbaikan tugu tersebut telah dibahas dalam rapat internal bersama PUPR. Bahkan, estimasi biaya perbaikan sudah dihitung.
“Kemarin sudah dirapatkan oleh PUPR Provinsi Riau, dan sudah dihitung (biayanya). Semoga bisa segera diselesaikan,” kata Syahrial Abdi saat ditemui Goriau di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Kamis (18/12/2025).
Saat ditanya mengenai waktu pelaksanaan perbaikan, Syahrial menyebutkan kecil kemungkinan dikerjakan pada akhir tahun ini. Ia memperkirakan perbaikan akan direalisasikan pada awal tahun depan.
“Kalau akhir tahun ini rasanya tidak mungkin. Mungkin awal tahun,” ujarnya.
Kondisi Tugu Zapin belakangan menjadi sorotan berbagai pihak. Pengamat Perkotaan Universitas Riau, Dr Ikhsan, menilai tugu yang menjadi ikon budaya Riau tersebut sudah lama tidak mendapat perawatan memadai.
“Tugu Zapin harus segera dibenahi, karena bukan hanya merupakan ikon Kota Pekanbaru, tetapi juga marwah pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Pekanbaru maupun Pemerintah Provinsi Riau,” kata Ikhsan, Rabu (17/12/2025) malam.
Menurut Ikhsan, posisi tugu yang berada di kawasan strategis, tepat di depan Kantor Gubernur Riau, semestinya menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menilai kondisi ikon daerah mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengelola infrastruktur.
“Kalau pemerintah daerah tidak bisa merawat ikon di depan hidungnya sendiri, bagaimana pula ia bisa merawat infrastruktur di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan,” ujarnya.
Sorotan serupa juga disampaikan anggota DPRD Riau, Manahara Napitupulu. Ia mengaku prihatin melihat kondisi tugu yang dinilainya tidak terawat dan mengalami sejumlah kerusakan.
“Saya sering lewat dan melihat Tugu Zapin sebagai ikon Riau. Sakit mata melihatnya tak terurus. Jaring-jaring pada sarung penari sudah rapuh, rangka bagian bawah juga terlihat rusak,” kata Manahara, Selasa (16/12/2025).
Manahara mempertanyakan kepedulian pemerintah dalam merawat ikon budaya daerah, terlebih Tugu Zapin berada di ibu kota provinsi. Ia juga menilai perbaikan seharusnya tidak selalu menunggu anggaran besar.
“Apakah harus menunggu anggaran besar dahulu baru bisa menata kota agar indah?” ujarnya.
Sebagai informasi, Tugu Zapin setinggi sekitar tujuh meter itu dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Riau Rusli Zainal dan diresmikan pada 2011. Tugu karya seniman patung asal Bali, I Nyoman Nuarta, tersebut menggambarkan sepasang penari Zapin dan dibangun menggunakan material perak dan tembaga dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar. ***