
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebagai pemegang saham terbanyak akan memberikan tambahan penyertaan modal sebesar Rp360 miliar untuk bank pembangunan daerah (BPD) Riau Kepri.
Suntikan dana ini dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Riau tahun anggaran 2022, 2023, dan 2024.
"Pemprov Riau akan menambah modal BRK, sudah ada perdanya, akan menambah Rp360 miliar. Dan tahun ini realisasinya, Insyaallah Rp100 miliar akan segera cair dalam minggu-minggu ini," kata Direktur BRK, Andi Buchari usai memberikan sambutan pada sosialisasi konversi Bank Riau Kepri Menjadi Bank Umum Syariah (BUS) kepada Para Mubaligh dan Asatidz di Kota Pekanbaru, Rabu (9/3/2022).
Dengan dukungan kuat dari struktur permodalan ini, Andi pun optimis kelak BRK Syariah dapat terus berkembang dan mengembangkan asetnya.
"Menjelang konversi syariah ini, UUS BRK sendiri telah memiliki aset share tertinggi di bandingkan UUS BPD lainnya yaitu 22,7 persen. Prosentase aset share UUS BRK tersebut hampir 2 kali lipat dari UUS BPD lain yang menempati ranking ke-2," jelasnya.
Andi juga menambahkan bahwa aset perbankan syariah terus meningkat atau tumbuh sebesar 22,5 persen year on year (yoy) pada tahun 2020.
"Aset perbankan syariah di Riau dan Kepri pada tahun 2020 l, tercatat sebesar Rp17 Triliun. Dan nantinya dengan berkonversinya BRK menjadi BRK Syariah, maka aset tersebut akan langsung meningkat menjadi lebih dari Rp 40 Triliun," kata Andi. ***