
PEKANBARU – Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kota Pekanbaru menerima kunjungan kerja BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pekanbaru Kota, Kamis (8/5/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis dalam meningkatkan perlindungan bagi pekerja sektor konstruksi di lingkungan pemerintah kota.
Kunjungan dipimpin oleh Kepala Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota, Waluyo Suparto, bersama Account Representative, Alfendri Abrar. Mereka disambut langsung oleh Kepala Bagian PBJ Setda Kota Pekanbaru, Hadi Firmansyah, dan diikuti oleh jajaran Kelompok Kerja Pemilihan dan P3K Bagian PBJ.
"Kami sangat menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah untuk membangun sinergi dalam perlindungan pekerja konstruksi di Pekanbaru," ujar Hadi.
Hadi menjelaskan bahwa peran BPJS Ketenagakerjaan sangat berkaitan erat dengan kegiatan konstruksi di daerah. Untuk itu, PBJ berencana menyelenggarakan workshop dan bimbingan teknis (Bimtek) bersama BPJS untuk memberi pemahaman kepada seluruh OPD mengenai pentingnya keselamatan kerja dan jaminan sosial tenaga kerja.
"Tujuan utama kami adalah menyamakan persepsi serta memastikan seluruh pekerja lapangan terlindungi dalam sistem jaminan. Data pekerja harus terus diperbarui, termasuk laporan ketika ada pengurangan atau penambahan tenaga kerja," jelasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pekanbaru semakin serius memperkuat perlindungan tenaga kerja sebagai bagian dari tata kelola pengadaan barang dan jasa yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
"Ini langkah konkret dalam menciptakan kesejahteraan pekerja di sektor strategis seperti konstruksi, yang berperan besar dalam pembangunan daerah," tambahnya.
Sementara itu, Waluyo Suparto menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek teknis dan strategis, mulai dari pelatihan, edukasi, hingga penerapan kebijakan perlindungan sosial tenaga kerja.
“Kerja sama ini memperkuat ekosistem pengadaan yang tak hanya efisien, tetapi juga peduli pada keselamatan dan kesejahteraan pekerja. Ini fondasi penting untuk mewujudkan pengadaan yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi lintas sektor dalam memperkuat pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, khususnya di sektor konstruksi yang memiliki tingkat risiko tinggi namun menjadi tulang punggung pembangunan daerah. ***