
PEKANBARU – Selain aktif melakukan penindakan terhadap gelandangan dan pengemis (Gepeng), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga harus gencar menggelar razia prostitusi selama bulan Ramadhan.
Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak dari kupu-kupu malam yang menjajakan diri mereka melalui aplikasi obrolan pribadi dan berakhir pada eksekusi di kos-kosan ataupun hotel kelas melati.
"Modus prostitusi online adalah menyewa hotel melati dengan biaya murah, atau ada juga yang freeland. Kami minta, Satpol PP dan Kepolisian, gencar melakukan razia ke sejumlah indekos dan hotel," kata anggota DPRD Pekanbaru, Wan Agusti, Kamis (7/4/2022).
Sudah bukan rahasia umum lagi, beberapa hotel kelas melati yang ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Tuanku Tambusai dan Imam Munandar adalah tempat eksekusi para pelaku pekerja seks komersial ini.
"Razia harus dilakukan secara kontinu. Kita tidak mau selama Ramadan ini, tercoreng Kota Pekanbaru dengan maksiat. Apalagi aksinya sudah terang-terangan," tuturnya.
Selain harus gencar melakukan razia praktek prostitusi, legislatif Gerindra ini juga meminta Satpol PP dan petugas kepolisian menggencarkan razia minuman keras (Miras).
Peredaran Miras di Pekanbaru diyakini masih cukup tinggi, bahkan warung-warung kecil juga dengan mudahnya memperjualbelikan Miras.
"Harus punya komitmen yang kuat untuk ini. Artinya, tidak hanya dari kita, tapi komitmen semua pihak. Terutama aparat penegak hukum. Sehingga benar-benar tercipta situasi aman, nyaman dan damai selama Ramadan ini," tutupnya. ***