PEKANBARU - Hampir empat tahun masa kepimpinan Firdaus-Ayat pembangunan di Pekanbaru terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pembangunan di berbagai bidang merupakan implementasi dari visi Pekanbaru mewujudkan Kota Metropolitan yang Madani.

Di samping mewujudkan infrastruktur yang layak bagi masyarakat, kebutuhan akan lokasi-lokasi alternatif tempat rekreasi pun tak luput jadi perhatian. Salah satunya kini yang terus dikembangkan adalah kawasan bantaran Sungai Siak.

Walikota Pekanbaru DR H Firdaus MT memaparkan, saat ini di bantaran sungai Siak tepatnya di bawah Jembatan Siak III Kecamatan Senapelan sedang dibangun Taman Rumah Singgah. Tempat ini diproyeksi bisa menjadi alternatif masyarakat untuk bersantai.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/taman2jpg-4422.jpgTaman Rumah Singgah yang terlihat cantik dan tertata.

“Tempat ini nyaman. Kalau malam juga cukup indah dengan pemandangan lampu-lampu. Ini bisa jadi alternatif bagi masyarakat untuk rekreasi dan bersantai,” kata Wako saat meninjau lokasi ini beberapa waktu lalu.

Pada konsep pembangunannya, wali kota mengungkapkan, tak jauh dari sana terdapat cagar budaya Rumah Singgah Sultan. “Sehingga ada nilai edukasi untuk anak-anak kita. Rumah ini sudah berdiri sejak zaman Kesultanan Siak dulu. Dan alhamdulillah sampai saat ini masih tetap terjaga dengan baik,” lanjutnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/taman3jpg-4421.jpgSuasana taman dengan latar blakang jembatan Siak III

Pemko Pekanbaru, tegas wali kota akan terus memperhatikan dan berupaya menyediakan lokasi-lokasi yang bisa dipergunakan sebagai tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu. “Ke depan, taman-taman seperti ini akan terus kita tambah di berbagai pojok kota. Sehingga menjadi tempat bersantai yang nyaman untuk masyarakat,” tutupnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/taman4jpg-4420.jpgRumah Singgah sebagai wujud bangunan Melayu Pekanbaru.

Bantaran Sungai Siak memang sudah masuk dalam perencanaan pembangunan kota di masa depan. Dalam perencanaan yang sudah dibuat, pengembangan kawasan pusat ekonomi modern Pekanbaru terletak di kawasan Tanjung Rhu, Kampung Dalam, Meranti Pandak, CBD di sekitar rencana Jembatan Siak IV berupa bangunan mall, department store, pusat grosir, hotel sport center, convention hall, dan perkantoran.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/taman5jpg-4419.jpgTaman dengan kursi bersantai di bawah jembatan Siak III.

Selanjutnya, Water Front Housing sebagai hunian direncanakan ada di sepanjang tepian Sungai Siak, sepanjang bantaran Meranti Pandak, sepanjang bantaran Limbungan di sepanjang tepian anak sungai dan di tepi Danau Bandar Kayangan. Akan dibangun pula perumahan bernuansa desa di kawasan Payung Sekaki dan Limbungan.

Walikota mengatakan ini bisa menjadi tempat alternatif masyarakat untuk bersantai bersama keluarga yang cukup nyaman dan bahkan kalau malam cukup indah dengan pemandangan lampu-lampu di sekitar. Taman ini dibuat dikarenakan kurangnya arena bermain atau tempat bersantai masyarakat.

Menariknya lagi, dekat taman ini ada cagar budaya berupa Rumah Singgah Sultan Siak atau disebut Rumah Singgah Tuan Kadi. Sehingga ada nilai edukasi untuk anak-anak. Rumah ini sudah berdiri sejak zaman Kesultanan Siak dulu dan sampai saat ini masih tetap terjaga dengan baik.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/30042016/taman6jpg-4418.jpgPemandangan tepi sungai dengan taman dan latar belakang jembatan Siak I.

Rumah berarstektur Melayu yang sudah tua itu dibangun pada tahun 1895. Pada masanya merupakan rumah persinggahan Sultan Syarif Kasim II ketika mengunjungi Pekanbaru. Dengan diindahkannya kawasan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah. Sehingga nilai sejarah yang tinggi dari rumah tersebut semakin menyebar.

Lokasinya berada di bawah jembatan Siak III tepatnya di Jalan Perdagangan, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan. Terletak di atas lahan yang sedikit menjorok ke bawah. Berada di sebelah kanan jalan jika mengarah ke hulu sungai. Di sebelah kirinya, halaman rumah dan lahan kosong. Sedangkan di sebelah kanan, taman mini lengkap dengan kursi-kursi santai yang dibangun Pemko untuk bersantai warga.

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pariwisata akan membuat semuanya tetap ada dengan melakukan pemugaran kembali. Hal ini setelah dilakukan kajian teknis oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar (BP3B) tahun 2012 silam.

Warga Pekanbaru Musrizal mengaku sangat gembira dibuatnya Taman Rumah Singgah ini. Pasalnya selama ini sulit mendapatkan tempat bersantai dan berwisata di Pekanbaru. Kepedulian Pemko Pekanbaru menurutnya sebagai langkah yang tepat, karena selama ini warga kota selalu mengandalkan kepariwisataan yang berada di negeri tetangga Sumatera Barat.

“Kalau di sini ada yang begini, kenapa kita harus jauh-jauh mencari tempat bersantai. Berapa banyak duit massyarakat Pekanbaru ini habis hanya untuk mencari hiburan keluar daerah, terutama pada saat liburan. Kondisi ini wajar, selama ini memang tak ada tempat yang bisa dikunjungi di Pekanbaru,” kata Musrizal. ***.