
JAKARTA, GORIAU.COM - Pemerintah pusat memutuskan belum akan membuka kran pemekaran daerah otonomi baru. Usulan daerah otonom baru yang sudah masuk pun, seperti Kota Duri, Rokan Darussalam dan Indragiri Hilir Utara dari Provinsi Riau, serta beberapa kabupaten dan kota di Indonesia pun akan dipending dulu pembahasannya. Jadi sampai sekarang pintu usulan pemekaran masih belum dibuka.
Demikian ditegaskan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin 23 Maret 2015. Tjahjo mengatakan, hingga saat ini belum ada rencana membahas masalah daerah otonom baru dengan DPR. Meski reses sebentar lagi akan berakhir. Belum ada agenda pembahasan daerah otonom baru.
"Ya, DPR mau sidang lagi. Tapi belum ada daerah otonom baru. Sampai sekarang belum," kata Tjahjo.
Saat ditanya, bagaimana nasib usulan daerah otonom baru yang sudah masuk misalnya melalui Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Tjahjo menjawab, itu pun diputuskan pembahasannya dipending dulu. Jadi belum ada agenda pembahasan usulan daerah otonom baru. Pemerintah akan fokus dulu melakukan evaluasi. "Pada prinsipnya pemerintah akan cermat dan selektif," ujarnya.
Jangan sampai kata dia, daerah otonom baru yang disetujui, dikemudian hari justru menjadi beban bagi pemerintah pusat dan daerah. Karena itu setiap usulan pemekaran yang masuk, harus dikaji dengan ketat, mendalam dan selektif.
''Harus dikaji dulu dengan selektif, beban daerahnya. Apa betul daerah otonom baru itu bisa tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lalu batas daerahnya juga harus clear dulu. Jadi kran untuk daerah otonom baru belum dibuka dulu,"ujar mantan Sekretaris Jenderal PDIP tersebut. ***