
TELUKKUANTAN - Pemerintah Daerah Kuantan Singingi (Kuansing), Riau tidak akan mengambil sampah Pasar Lumpur Telukkuantan. Pasalnya, keberadaan pasar tersebut sudah tidak diakui lagi.
"Sampahnya tak akan kita ambil. Kalau kita ambil, nanti dikira legal pula pasar itu oleh pedagang," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Industri Kuansing, Tarmis kepada GoRiau.com, Selasa (28/2/22017 usai didatangi pedagang.
Menurut Tarmis, keberadaan Pasar Lumpur sangat tidak layak untuk aktivitas jual beli. Sebab, lokasinya tidak mendukung. Karena itu, Pemda melakukan relokasi ke Pasar Rakyat yang dianggap lebih manusiawi.
Dalam pertemuan tersebut, para pedagang tidak mempermasalahkan jika sampah tak diambil oleh dinas. Dengan syarat, pasar tersebut tidak digusur.
"Palingan rumah Pak Andi Putra (Ketua DPRD) yang Busuk. Sebab, sampah kami letakkan di situ," ujar seorang pedagang waktu pertemuan itu.
Benar saja, tumpukan sampah di dekat rumah Andi Putra pada Rabu (1/3/2017) sangat banyak. Menurut seorang pedagang, biasanya ada petugas kebersihan yang membereskan sampah pasar lumpur setelah hari pasar.
"Namun, kini mereka tak datang lagi mengambil sampah. Tentu kami membuang ke tempat yang dekat, ya di sini," ujar wanita yang enggan sebutkan nama. *** #KUANSING