JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk lebih aktif dalam mengendalikan inflasi. Ia meminta kepala daerah dan jajaran terkait untuk turun langsung ke pasar dan memantau harga bahan pangan, sebagai langkah nyata mengantisipasi lonjakan harga.

Hal ini disampaikan Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (28/4/2025).

"Saya minta teman-teman di daerah benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Turun langsung ke pasar, cek perubahan harga, jangan tunggu laporan saja," ujar Tomsi.

Ia mengingatkan, pangan merupakan kebutuhan utama masyarakat yang dikonsumsi setiap hari. Karena itu, perubahan harga sekecil apa pun berdampak besar pada daya beli masyarakat.

Tomsi juga menegaskan pentingnya kerja terukur dengan target dan rencana yang jelas.

"Kita rapat terus, tapi harus ada target dan perencanaan. Tanpa itu, kita hanya bekerja tanpa arah. ASN harus bekerja profesional untuk kepentingan rakyat," tegasnya.

Berdasarkan data Kemendagri, baru 44 dari 552 kabupaten/kota yang aktif melakukan pemantauan harga langsung ke pasar. Selain itu, hanya 10 daerah yang melakukan koordinasi dengan daerah penghasil, dan 30 daerah yang mulai menggerakkan program tanam pangan.

"Ini angka yang kecil. Masih banyak daerah yang belum maksimal dalam upaya pengendalian inflasi," urai Tomsi.

Ia berharap kepala daerah, terutama yang baru dilantik, benar-benar memperhatikan masalah inflasi, karena stabilitas harga pangan menjadi keluhan utama masyarakat.

"Setiap hari masyarakat butuh makan. Ini harus menjadi prioritas utama. Upaya dari daerah akan terus kami pantau," tutupnya. ***