KOTO GASIB, GORIAU.COM - Terjadinya penurunan peringkat kecamatan Koto Gasib pada MTQ tingkat Kabupaten Siak yang resmi ditutup Senin malam, Kepala Kantor urusan Agama Kecamatan Koto Gasib, Harman S.Ag, minta segera dievaluasi. 

''Tahun lalu kita peringkat tujuh, tapi sekarang turun menjadi peringkat 10, jadi ini perlu dievaluasi,'' ujarnya.

Menurutnya, dengan penurunan peringkat itu kedepannya semua pihak yang ada, hendaknya dapat lebih berkonsentrasi dalam hal pembinaan para calon atau anak-anak dan remaja yang berbakat untuk menjadi qori, qoriah yang akan di utus kesetiap momen MTQ.

"Dengan adanya pembinaan yang di lakukan nantinya akan dapat memberikan kemahiran bagi qori,qoriah di setiap cabang masing-masing" ujar Harman.

Lebih lanjut, Harman menghimbau kepada seluruh komponen serta unsur yang terkait untuk bersama-sama memikirkan serta mencarikan solusi terhadap keberadaan qori,qoriah yang telah ada dan regenerasinya.

"Selama ini momen kegiatan MTQ hanya sebatas acara seremonial saja, tidak ditindaklanjuti keberlangsungannya yang mana sejak digelarnya kegiatan MTQ di kabupaten Siak persiapan yang kerap dilakukan selalu terburu-buru dan secara instan, tidak adanya sistem pembinaan yang secara merata dan terus menerus,'' ungkap Harman.

Padahal kata Harman untuk tahun pertama perhelatan MTQ tingkat Kabupaten Siak, Kecamatan koto gasib merupakan lumbung penghasil qori, qoriah terbanyak di Kabupaten siak. "Qori,qoriah yang sudah berprestasi sebelumnya seharusnya bisa menurunkan ilmunya terhadap regenerasi yang berbakat dalam kemampuan terhadap cabang masing-masing,'' kata Harman. (sks)