
BAGANSIAPIAPI – Sekolah Menengah Atas Negeri I Pekaitan, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir, mulai menerapkan proses pembelajaran berbasis media internet dengan sistem bergiliran. Program ini memanfaatkan perangkat pembelajaran bantuan dari Presiden Prabowo Subianto yang baru diterima sekolah tersebut.
SMAN I Pekaitan menjadi satu-satunya SMA negeri di wilayah eks transmigrasi Rokan Hilir. Kondisi itu menjadikan sekolah ini sebagai tumpuan utama masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Lingkungan sekolah yang asri, jauh dari hiruk-pikuk pusat kota Bagansiapiapi, tidak mengurangi minat siswa mengikuti pembelajaran berbasis teknologi.
Kepala SMAN I Pekaitan, Sumartono, SPd, Jumat (10/1/2026), menyebutkan perangkat pembelajaran berbasis internet tersebut ditempatkan di laboratorium komputer sekolah. Karena jumlah siswa mencapai 350 orang, proses belajar dilakukan secara bergantian sesuai jadwal masing-masing kelas.
"Perangkat belajar lewat media ini diikuti siswa, masing-masing kelas belajar bergantian, tidak ada kendala," ujarnya.
Ia menjelaskan, ketersediaan listrik dan akses internet di sekolah tidak menjadi hambatan. Seluruh fasilitas dapat digunakan setiap saat, sehingga siswa dapat memanfaatkan jadwal giliran mereka dengan optimal, tambahnya.
Awak media, Jumat (10/1/2026), melihat langsung proses pembelajaran di laboratorium komputer tersebut. Saat itu, 24 siswa mengikuti pelajaran di depan komputer dan perangkat televisi layar lebar, dibimbing Abdul Rauf, guru bidang studi fisika.
"Siswa belajar dengan baik dan tekun, serta merasakan manfaat perangkat bantuan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman teknologi," katanya.
Sumartono menambahkan, meski sekolah berada jauh dari pusat kota dan berada di kawasan transmigrasi, animo belajar siswa cukup tinggi. Peserta didik berasal dari sepuluh desa atau kepenghuluan di Kecamatan Pekaitan dengan jarak tempuh yang relatif jauh.
"Siswa yang bersekolah di sini jarang terlambat meski jarak tempat tinggal mereka cukup jauh," jelasnya.
Nani (17), salah seorang siswi SMAN I Pekaitan, mengaku merasakan manfaat besar dari pembelajaran berbasis internet tersebut. "Walau kami di desa, tapi tidak tertinggal dari sekolah lainnya. Terima kasih Pak Presiden, perangkat ini membuat kami semakin merasakan majunya teknologi," ungkapnya. ***