
TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Tanoto Foundation (TF) dan PT. Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) menggelar pelatihan Pelita Guru Mandiri (PGM) bagi guru-guru sekolah dasar yang berada di sekitar wilayah operasional RAPP di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan dua tahap, yakni pada Rabu (25/2) hingga Minggu (29/2) bertempat di SDN 008 Banjar Benai Kecamatan Benai dan Rabu (4/3) hingga Sabtu (7/3) di SDN 013 Simpang Sigaruntang, Kecamatan Inuman, Kuansing. Pelatihan dikuti oleh 60 peserta dari 10 Sekolah Dasar dari Kecamatan Benai, Kuantan Tengah, Inuman dan Kuantan Hilir.
Regional Project Manager TF wilayah Riau, Medi Yusva mengatakan tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan dan menggunakan media dan media pembelajaran yang nantinya akan membantu efektifitas proses belajar mengajar di kelas.
''Ini merupakan program regular di seluruh area TF. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini proses belajar mengajar tidak lagi monoton dan guru lebih kreatif dalam membuat media ajar, sehingga cara mengajar lebih menarik, dengan keterlibatan siswa juga lebih tinggi,'' ungkap Medi.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Inuman, Zamri dalam sambutannya mengapresiasi langkah yang dilakukan RAPP dan Tanoto Foundation yang terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
''Kami sangat mengapresiasi program yang sudah dilaksanakan oleh Tanoto Foundation dan RAPP. Harapan kami semoga melalui program ini, mampu meningkatkan kemampuan tenaga pengajar di Kecamatan Inuman sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat,'' katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kuantan Hilir, H. Mardiyus. Dia menilai dengan adanya pelatihan yang diadakan oleh Tanoto Foundation, kualitas guru menjadi lebih baik, terutama dalam proses pembelajaran.
''Dari pengamatan kami, setelah mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan oleh Tanoto Foundation dan RAPP, potensi sekolah nampak jelas tergali dan terangkat,'' terangnya.
Melalui pelatihan ini, lanjutnya, akan ada kualitas yang membedakan antara guru-guru yang sudah pernah mengikuti pelatihan dengan guru-guru di sekolah lain yang belum memiliki kesempatan mengikuti pelatihan Tanoto Foundation.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring yang dilakukan pihak Tanoto Foundation terhadap penerapan program ''Pelita Guru Mandiri'' tahap pertama yang telah dilakukan sejak setahun yang lalu. Hasil monitoring menunjukkan bahwa masih banyak guru yang membutuhkan kegiatan pelatihan dalam menggunakan media pembelajaran dengan konsep kontekstual, praktis, hemat biaya namun tetap efektif. (rls)