PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Kabupaten Pelalawan merupakan daerah terbanyak penyumbang kabut asap di Provinsi Riau. Hal itu dapat dilihat dari maraknya aktivitas pembakaran lahan di daerah yang sebagian besar kawasan hutannya dikuasai oleh Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
RAPP merupakan perusahaan pengelola kehutanan dengan produksi kertas dan bubur kertas. Sebelumnya ribuan hektare lahan perusahaan ini, khususnya dikawasan yang bersengketa dengan warga juga terbakar. Namun perusahaan ini kerap kali terbebas dari keterlibatan kasus pembakaran lahan.
Menurut informasi saksi mata, dari puluhan titik panas yang berada di Pelalawan, terbanyak terdeteksi berada di Kecamatan Langgam "Dari 75 titik api yang terpantau di daerah ini maka 29 diantaranya berada di Kecamatan Langgam," kata Kabid Penanggulangan dan Pemulihan, Elvida Noer, Rabu (28/8/2013).
Sementara itu, Camat Langgam Faisal S.STP menyatakan bahwa dirinya tidak tahu persis jumlah titik api namun dirinya mengakui terdapat sejumlah lahan milik warga di Kelurahan Langgam yang terbakar."Memang kebakaran yang terjadi kemarin cukup banyak seperti yang terjadi, apalagi lahan yang terbakar dekat dengan saluran pipa gas milik PT Kalila yang hanya berjarak 5 meter," ujarnya.
Saat ini, sambungnya, pihak Kecamatan telah berkoordinasi untuk memadamkan api dengan pihak PT. Kalila bersama Polsek dan Danramil. Dan saat ini, pihak Kalila telah mengirimkan pemadam kebakaran di lokasi mengingat jalur pipa gas yang dekat dengan lahan yang terbakar."Saat ini Kita terus memantau titik api untuk segera dilakukan pemadaman," tandasnya.
Sementara itu, terkait kabut asap yang dalam dua (2) pekan terakhir ini menyelimuti Kabupaten Pelalawan, Sekretaris Diskes Pelalawan Asril pada wartawan Rabu (28/8) mengungkapkan hingga saat ini belum terjadi peningkatan penderita asma dan ISPA akibat kabut asap."Kami melakukan koordinasi dengan seluruh puskesmas secara online. Dari data yang kita terima belum terjadi peningkatan penderita penyakit saluran pernapasan yang diakibat oleh asap," ujarnya.
Ditambahkannya, meskipun demikian pihak Diskes Pelalawan telah mendistribusikan 3000 masker ke Kecamatan Bunut dan Pangkalan Kuras. Dan saat ini, pihaknya juga telah meminta tambahan masker ke Propinsi sebanyak 3000 lagi.
"Kami himbau kepada warga untuk mengurangi aktifitas diluar rumah.Bila keluar dari rumah disarankan untuk menggunakan masker agar tidak terhirup udara yang akan merusakkan saluran pernapasan," ringkasnya.(ilm)