SELATPANJANG – Kondisi Pelabuhan Peranggas di Dusun Peranggas, Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, semakin mengkhawatirkan. Pelabuhan yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi transportasi laut masyarakat menuju ibu kota kabupaten, Selatpanjang, kini tak lagi layak difungsikan.

Pelabuhan tersebut merupakan bangunan lama yang dibangun sejak wilayah Rangsang Barat masih berada di bawah administrasi Kabupaten Bengkalis. Seiring berjalannya waktu, infrastruktur vital itu tak pernah tersentuh pembangunan besar maupun pembaruan menyeluruh.

Akibatnya, kondisi pelabuhan terus mengalami penurunan kualitas hingga berada pada titik yang membahayakan.

Kerusakan parah tampak di berbagai sisi. Struktur kayu yang menjadi penopang utama banyak yang lapuk dan hancur, menimbulkan risiko serius bagi keselamatan pengguna jasa pelabuhan.

Padahal, Pelabuhan Peranggas memiliki peran strategis sebagai akses utama masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian serta menopang aktivitas ekonomi sehari-hari.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Sopandi, S.Sos, menilai kondisi tersebut sudah sangat mendesak dan tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera turun tangan.

"Pelabuhan Peranggas ini sudah tidak layak lagi. Banyak bagian yang hancur karena memang bangunan lama, sejak masih zaman Kabupaten Bengkalis. Kita sangat berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Pemerintah Provinsi Riau dapat segera membangun pelabuhan baru, supaya masyarakat lebih mudah mengangkut hasil pertanian dan roda perekonomian tetap berjalan," ujar Sopandi, Kamis (15/1/2026) siang.

Politisi Fraksi PAN itu menegaskan, Pelabuhan Peranggas bukan sekadar fasilitas tambatan kapal maupun kempang, melainkan infrastruktur strategis yang menghubungkan Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir dengan pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Saya berharap pembangunan Pelabuhan Peranggas ini bisa segera direalisasikan. Ini pelabuhan yang sangat potensial bagi masyarakat Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir untuk menuju Selatpanjang," tegasnya.

Sopandi yang juga merupakan putra daerah asal Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, menambahkan bahwa pelabuhan tersebut sudah bertahun-tahun tidak dapat difungsikan secara maksimal.

"Sudah beberapa tahun ini tidak bisa dipakai sepenuhnya. Sekarang hanya bagian pangkal saja yang digunakan, sementara penumpang terpaksa naik turun melalui kempang. Ini jelas tidak aman dan sangat menyulitkan masyarakat," pungkasnya. ***