
BENGKALIS, GORIAU.COM - Pelabuhan penyeberangan kapal roro Sungai Selari, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, merupakan jalur penghubung masyarakat didaratan Pulau Sumatera untuk bisa ke Pulau Bengkalis pusat Ibukota Kabupaten Bengkalis. Namun hal yang terlupakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yaitu kebersihan pelabuhan penyeberangan itu sendiri.
Berdasarkan informasi yang dirangkum GoRiau.com dilapangan, kebersihan Pelabuhan Roro Sungai Selari sangat kurang. Dimana bau sampah yang membusuk tepi bibir terpaksa dihirup oleh pengguna sepeda motor.
"Kalau dari antrian sepeda motor sangat jelas terlihat ditepi bibir laut sampah menumpuk. Bau busuknya pun sangat menyengat hidung. Kenapa dari uang tiket tidak digunakan sebagian untuk membersihkan pelabuhan," ungkap Firman salah seorang warga Kelurahan Sungai Selari, Kecamatan Bukitbatu.
Saat dikonfirmasi GoRiau.com, Jumat (25/9/2015) siang terkait masalah tersebut, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis, Jaafar Arief, mengatakan sampah yang menumpuk ditepi bibir pelabuhan akibat dibawa oleh air pasang.
"Kalau surut, sampah yang dibawa akan terlihat. Tapi setelah air kembali pasang, sampah tidak akan ada lagi terlihat, karena tersapu air pasang," ujarnya.
Petugas kebersihan dari Dishubkominfo dan Dinas Pasar, sambungnya, sudah ditempatkan untuk membersihkan sampah yang berserakkan. Namun, untuk sampah yang berada ditepi bibir laut pelabuhan, ia mengakui tidak ada petugas yang membersihkan.
"Kita sudah mengintruksikan agar dibersihkan. Kita juga ingatkan kepada masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan kapal roro, bersama-sama menjaga kebersihan pelabuhan. Dengan cara membuang sampah pada tempat yang sudah kita sediakan," jelasnya.
Ditempat terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Dapil Bukitbatu-Siak Kecil, Aisyah, penambahan toilet di jalur mobil sangat diperlukan. Karena menurutnya saat ini toilet yang berfungsi hanya yang didekat musala.
"Pihak kapal roro juga seharunya selalu menyediakan air bersih, agar masyarakat yang naik diatas kapal bisa menggunakan air bersih ditoilet. Karena biasanya setiap sore, air bersih tidak ditemukan ditoilet kapal roro. Sudah air tidak ada, baunya pun sangat menyengat," tutup Aisyah menjelaskan kepada GoRiau.com.(ric)