
PEKANBARU – Jenazah Masrial, petugas pengecatan marka jalan yang menjadi korban tabrak lari di simpang Jalan Paus-Tuanku Tambusai, diberangkatkan ke kampung halamannya di Solok, Sumatera Barat. Pria berusia tahun tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit usai dihantam mobil pada Rabu (28/1/2026) dini hari.
Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat korban bersama tiga rekannya sedang bekerja di badan jalan. Sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba menghantam para pekerja yang merupakan vendor dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru tersebut.
Sekretaris Dishub Pekanbaru, Sunarko, menjelaskan bahwa para pekerja tidak sempat menyelamatkan diri karena laju kendaraan pelaku yang sangat kencang. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan satu pekerja lainnya mengalami luka ringan.
"Seorang petugas bernama Masrial, tahun, meninggal akibat ditabrak, satu orang lainnya luka ringan. Jenis mobil yang dikendarai belum diketahui karena saking cepatnya mobil melaju. Kemungkinan pengendara sedang mabuk, plat mobil terlepas di lokasi," urai Sunarko.
Meski pengemudi mobil melarikan diri dari tanggung jawab, bukti kuat berupa pelat nomor kendaraan B 1557 RKM tertinggal di lokasi kejadian. Bukti ini menjadi petunjuk utama bagi pihak kepolisian untuk memburu pelaku yang tega meninggalkan korbannya dalam kondisi kritis hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
Sunarko menambahkan, pihaknya saat ini fokus mendampingi proses pemulangan jenazah Masrial ke pihak keluarga di Sumatera Barat. Di sisi lain, proses hukum tetap berjalan untuk menuntut keadilan bagi korban yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik tersebut.
"Kami sudah lapor polisi, semoga pelakunya segera tertangkap," tegasnya.
Pihak berwajib kini tengah melakukan pelacakan terhadap identitas pemilik kendaraan berdasarkan pelat nomor yang ditemukan. Dugaan sementara, hilangnya kendali pengemudi hingga menyebabkan kecelakaan fatal ini dipicu oleh pengaruh alkohol. ***