PEKANBARU – Sekitar 114 pengungsi asal Rohingya yang ada di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Aceh segera dipindahkan ke Pekanbaru Provinsi Riau.

Pemindahan ini menyusul keluarnya rekomendasi dari Kemenkopolhukam RI, dan dalam proses itu nantinya juga dibantu oleh IOM dan UNHCR.

Namun tampaknya berat bagi Pemko Pekanbaru, karena berdasarkan catatan dari Kemenkumham Riau. Sampai dengan saat ini ada 893 pengungsi internasional dibawah pengawasan Rudenim Pekanbaru.

Ketua DPRD kota Pekanbaru, Hamdani menanyakan keputusan dari Menkopolhukam yang memutuskan Kota Pekanbaru dijadikan tempat penampungan pengungsi Rohingya yang baru.

"Pengungsi yang sudah ada dari beberapa negara saja sudah kewalahan, karena saudara-saudara pengungsi ini sudah berunjukrasa di DPRD Provinsi Riau, Kemenkumham dan juga Kantor Gubernur Riau," kata Hamdani, Rabu (30/3/2022).

Tentunya dengan besarnya jumlah pengungsi yang saat ini sudah ada di Pekanbaru, pemerintah harus segera mencarikan solusinya. Sebut saja saat ini di Pekanbaru sudah ada pengungsi asal Afganistan, Myanmar dan beberapa negara lainnya.

Kebanyakan pengungsi yang ada di Pekanbaru bukanlah pengungsi yang baru, melainkan ada yang sudah mendiam di Pekanbaru selama 10 tahun lamanya.

"Ini terkait permasalahan negara, dan di daerah ini sebagai tempat persinggahan sementara. Kita berharap efek dari pengungsi ini tidak memberi dampak negatif di daerah tempat singgahnya," jelasnya.

Jika jumlah pengungsi terus membengkak, dikhawatirkan keselamatan warga Pekanbaru maupun pengungsi menjadi terganggu.

"Yang ada saja belum tuntas, apalagi nanti ditambah pengungsi baru. Kita khawatirkan ada dampak yang tidak baik bagi masyarakat Pekanbaru maupun pengungsi ini," tutupnya.

Dari 114 warga Rohingya tersebut terdapat 68 pria dewasa dan 21 perempuan dewasa serta 35 anak-anak. ***