
BENGKALIS, GORIAU.COM - Agar seluruh anak usia dini di Kabupaten Bengkalis bisa mengenyam Pendidikan Anak Usia Dini, diperlukan akselerasi atau percepatan pendidikan PAUD melalui gerakan Paudisasi.
''Agar program PAUD berjalan sinergis perlu adanya kesamaan gerak langkah sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi kemana PAUD digerakkan, membuat suatu sistem yang menjamin keterpaduan dalam penanganan anak usia dini secara lintas sektoral,” ujar Bupati H Herliyan Saleh ketika memberikan pengarahan pada Jambore PAUD Tingkat Kabupaten Bengkalis, Senin (29/4/2013).
Disamping itu juga perlu digerakkan partisipasi masyarakat karena pada kenyataannya 98,8 persen lembaga PAUD didirikan masyarakat, sementara pemerintah hanya 1,2 persen. Dengan demikian diharapkan Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk pendidikan PAUD bisa lebih ditingkatkan.
Pendidikan anak usia dini di Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis belum menjangkau semua anak usia dini. Hal ini terlihat dari masih rendahnya APK Provinsi Riau pada tahun 2010 hanya 35.79 persen dan Kabupaten Bengkalis hanya 26.38 persen.
Masih banyak anak usia dini yang belum terlayani PAUD. Dari aspek kelembagaan PAUD Provinsi Riau baru mencapai 19.5 persen dan Kabupaten Bengkalis 13.2 persen. Sedangkan dilihat dari jumlah dan kualitas guru PAUD sebagian besar belum memenuhi standar pendidikan nasional. Hal ini sangat berpengaruh pada proses pendidikan anak usia dini dan out put yang dihasilkan,” papar Herliyan seraya berharap tahun 2015 ditargetkan APK bisa meningkat menjadi 75 persen.
Ada beberapa alasan mengapa kualitas anak usia dini saat ini menjadi cerminan kualitas bangsa dimasa depan. Pertama, SDM dewasa yang bertanggungjawab dimasa depan adalah anak-anak usia dini saat ini. Kedua, pertumbuhan dan perkembangan otak dengan proporsi terbesar berlangsung pada masa jani sampai enam tahun. Ketiga, tumbuh kembang otak bersifat irreversible (tidak dapat diperbaiki kembali).
Dalam kesempatan yang sama Bupati membuka Raker Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis. Melalui raker ini para pengurus Tim Penggerak PKK dapat menyusun program yang mantap guna meningkatkan kualitas sumber daya para pengurus TP PKK. Sehingga keberadaannya dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Hendaknya program kerja lebih realistis dan tidak perlu muluk-muluk. Walaupun programnya bagus, jika pelaksanaannya tidak maksimal, maka hasilnya juga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.
Tantangan yang dihadapi TP PKK sangat berat. Para pengurus harus meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai semua itu, pengurus harus berpegang teguh pada pedoman pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan masyarakat yang berlandaskan empat prinsip dasar PKK. (jfk)