KUWAIT - Pemerintah Kuwait mengeluarkan kebijakan menutup seluruh masjid di Negara Emir tersebut. Kebijakan itu diberlakukan setelah jumlah pasien positif terinfeksi virus corona mencapai 100 orang di Kuwait.

Dikutip dari Republika.co.id yang melansir Reuters, Jumat (14/3/2020), ditutupnya masjid menjadi penutupan segala aktivitas ibadah dan sosial yang biasa diadakan masjid sehari-hari. Warga pun diminta tidak ke luar rumah dan berjaga-jaga dari virus corona.

''Fatwa itu menghilangkan kebutuhan untuk menghadiri shalat pada hari Jumat di masjid-masjid, dan mengizinkan mereka di rumah, untuk melindungi orang-orang dari virus corona,'' kata perwakilan otoritas agama dalam dekrit agama yang dikeluarkan.

Kuwait mengonfirmasi 20 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Hingga Jumat (13/3), Kuwait melaporkan terdapat total 100 kasus yang terjadi akibat virus corona.

Pemerintah Kuwait sebelumnya pada, Rabu (11/3), mengumumkan bahwa penerbangan penumpang akan dibatalkan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dari tengah malam pada hari Jumat ke dan dari satu-satunya bandara internasional Kuwait.

Sebagai langkah penanggulangan dan antisipasi, Kuwait juga menyediakan libur nasional sebanyak dua pekan yang akan berakhir pada 29 Maret mendatang.

Kuwait juga menutup pusat kebugaran, taman umum, dan pasar Jumat yang populer. Sementara itu restoran dan kedai kopi hanya diperbolehkan untuk beroperasi pada layanan pengiriman. Layanan vital, termasuk produksi minyak, dikeluarkan dari putusan.

Kuwait National Petroleum mengatakan pada Jumat, cadangan strategis produk minyak berada pada tingkat aman dan semua langkah telah diambil untuk menangani keadaan darurat.

Sedangkan di hari yang sama, Formula Satu mengatakan bahwa mereka berharap untuk memulai musim 2020 di Eropa pada akhir Mei. Hal itu dilakukan setelah membatalkan pembuka di Australia akhir pekan ini dan menunda tiga balapan berikutnya di Bahrain, Vietnam, dan Cina karena virus corona.

Sebelumnya diketahui, Bahrain memerintahkan pembebasan ratusan tahanan pada Kamis (12/3). Institut Hak-hak dan Demokrasi Bahrain yang mengaitkan keputusan tersebut dengan upaya untuk mengendalikan virus tersebut.

Di Bahrain, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa mengeluarkan dekrit yang memberikan pengampunan untuk 901 tahanan. Sedangkan 585 tahanan lebih akan menghabiskan sisa hukuman mereka dalam program rehabilitasi dan pelatihan. Demikian kantor berita pemerintah Bahrain melaporkan.***