
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Sudah seminggu pasca terjadinya Puting Beliung yang menghantam Desa Bekawan Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kini 341 jiwa warga yang kehilangan rumah mereka itu sudah kembali kekediaman masing-masing meski dengan beratap dan berdinding terpal.
Bencana yang terjadi tepat dengan peringatan Milad Kabupaten Inhil ke-49 itu hingga kini memang masih meninggalkan duka bagi 96 Kepala Keluarga yang tinggal di pesisir laut tersebut.
Seperti yang dilihat GoRiau.com, Sabtu (21/6/2014) di Desa Bekawan, beberapa warga korban puting beliung yang sebagian besar Suku Laut atau Duano itu terlihat tengah memperbaiki rumah mereka dengan seadanya dan beberapa rumah yang rusak lainnya terlihat sudah didindingi dengan terpal alakadarnya.
Kepala Desa (Kades) Bekawan, M Nur mengatakan setelah kejadian pada Sabtu (14/6/2014) itu seluruh warga yang rumahnya rusak akibat puting beliung telah disediakan posko untuk tidur dan memasak, namun hanya 2 hari berada di posko mereka kemudian kembali ke rumah mereka masing-masing.
''Sudah kita sediakan posko, namun 2 hari saja mereka betah,'' kata M Nur.
Sementara itu salah seorang warga suku Duano saat dikonfirmasi kenapa tetap memilih pulang ke rumah yang masih rusak parah, Ia mengatakan karena lebih nyaman berada di rumah sendiri dari pada posko penampungan,
''Suami dah nak pegi melaut, dari posko jauh lebih dekat dari rumah sendiri,'' katanya. (ayu)