
PEKANBARU, GORIAU.COM - Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menggelar musyawarah khusus, Minggu (28/9/2014) di Balai Adat. Musyawarah khusus ini dilangsungkan guna menyikapi situasi Provinsi Riau saat ini.
Dimana, Gubernur Riau Annas Maamun ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan di Jakarta beberapa hari lalu. Bahkan, KPK telah menetapkan orang nomor satu di Riau ini sebagai tersangka.
Dari musyawarah khusus ini, dihadiri oleh 10 LAM kabupaten kota di Riau. Alhasil, LAM Riau mengeluarkan warkah maklumat sebanyak enam poin.
"Kenapa dikatakan Musyawarah Khusus, sebab agenda ini tidak dijadwalkan sebelumnya dan ini sikap kita untuk menyikapi kondisi Riau saat ini," ujar Al azhar.
Adapun poin warkah tersebut yakni:
1. Menghimbau seluruh lapisan masyarakat Riau untuk mengambil hikmah dari peristiwa ini dengan berpikiran panjang dan berlapang dada, menjaga perpaduan dan kesatuan, dengan tidak memanfaatkan peristiwa ini menjadi ajang politik, fitnah-menfitnah dan sebagainya, yang dapat menimbulkan perpecahan dan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Menghimbau seluruh lapisan masyarakat Riau untuk bersama-sama menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah, sesuai Tunjuk Ajar Melayu yang mengedankan sifat bersangka baik terhadap siapa pun juga.
3. Menghimbau seluruh lapisan masyarakat Riau untuk berpikiran jernih, tidak terpancing oleh emosi dan perilaku yang berlebih-lebihan.
4. Mendukung setiap usaha penegakan hukum, serta menghormati proses hukum yang berlaku, yang diharapkan dapat mengambil keputusan arif dan bijaksana dengan keputusan yang seadil-adilnya.
5. Apabila proses hukum menghendaki penggantian Gubernur Riau maka diserahkan kepada pihak-pihak yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
6. Diharapkan kepada Gubernur Riau yang baru dapat memegang amanah dalam melaksanakan pembangunan secara arif dan bijaksana serta menjaga tuah, marwah, harkat dan martabat Riau supaya tidak menimbulkan masalah-masalah baru.(san)